Showing posts with label INDONESIA. Show all posts
Showing posts with label INDONESIA. Show all posts

Friday, May 25, 2012

Laga Inter Milan , Kursi VVIP GBK akan Diisi Jajaran Petinggi Republic of Indonesia


Laga persahabatan antara Timnas Indonesia U-23 kontra Inter Milan malam nanti, tak cuma menarik perhatian pecinta sepakbola dan Interisti Indonesia. Laga ini pun cukup menarik minat para pejabat negara.

Pantauan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, kursi kelas VVIP sudah banyak dipesan beberapa pejabat negara, selain untuk ofisial Inter Milan, promotor, dan pejabat PSSI.

Seluruh kursi VVIP telah tertempel sebuah kertas, yang menunjukkan beberapa nama familiar di telinga masyarakat Indonesia.

Entah telah membooking atau mendapat jatah dari pihak penyelenggara, yang jelas mereka berhak atas kursi VVIP dalam laga yang digelar malam nanti.

Nama-nama yang tertera adalah Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD yang mendapat dua kursi VVIP. Ketua DPR Marzuki Alie juga mendapat bagian.

Nama lainnya di kursi VVIP adalah Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono , MenPAN-RB, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Menteri Pemuda dan Olahraga, Menko Ekuin, Menkokesra, Menteri ESDM, Menkopolhukam, Gubernur Jawa Timur, dan Gubernur DKI Jakarta.

Laga malam nanti merupakan rangkaian kegiatan pamungkas Javier Zanetti dan kawan-kawan, dalam Inter Indonesia Tour 2012. Indonesia juga bakal mempersembahkan penampilan terbaik, dengan menurunkan para pemain kelas satu yang dimiliki.

Nama-nama beken seperti Patrich Wanggai, Oktovianus Maniani, Diego Michiels hingga legenda sepakbola Indonesia seperti Bima Sakti, Kurniawan Dwi Yulianto (kurus), dan Ellie Aiboi, membuat laga malam nanti layak disaksikan. Pertandingan akan berjalan sengit, sesuai janji sang pelatih, Nil Maizar, yang menginstruksikan anak asuhnya bermain ngotot selama 90 menit waktu normal.

"Kami akan memberikan perlawanan kepada Inter Milan, apalagi dengan masuknya (Patrich) Wanggai. Secara stamina, dia lebih fit. Kami akan mainkan bola-bola bawah dan memaksimalkan pemain yang ada. Artinya, kami bertanggung jawab dengan event ini," tutur Nil Maizar dalam sesi latihan jelang laga. (bij)

Maniani Bangga Hadapi Inter Bareng Elie Aiboy


Bintang Persiram Raja Ampat Oktovianus Maniani mengaku bangga bisa bermain bersama tim Indonesia Selection dalam laga eksibisi melawan Inter Milan, Sabtu (26/5/2012).

Menurutnya dengan bermain di tim Indonesia Selection dia bisa kenal dekat denga para pemain legenda Timnas Indonesia di masa lalu.

Seperti di ketahui, dalam tim Liga Selection selain merangkul pemain-pemain muda seperti Okto, beberapa pemain veteran seperti Kurniawan Dwi Yulianto, Bima Sakti dan Elli Eiboy juga ikut bergabung.

Okto mengaku sangat mengidolakan Ellie, dia merasa bangga bisa berdekatan dengan mantan pemain Semen Padang yang jadi idolanya itu.

"Bersyukur bisa main bersama pemain idola saya Ellie Eiboy. Saya bangga bisa bermain senior saya kembali," ujar Okto saat ditemui usai latihan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (25/5/2012).

Okto menilai Ellie masih punya skill mumpuni, meski usianya tak lagi muda. "Kita lihat dia dengan umurnya segitu, permainan dia stabil. Saya terus belajar dari dia," tandasnya. [wir]

Patrich Wanggai: Pengen Hadapi Inter Milan , Izin ke Manajemen tidak Direspon


- Penyerang Persidafon Dafonsoro, Patrich Wanggai, enggan berkomentar saat ditanya mengenai keputusannya bergabung dengan tim Indonesia Selection.

Dia menyebut sebetulnya dia telah memohon izin kepada manajemen tim berjuluk 'Gabus Sentani' itu, namun tidak direspon. "Sudah izin ke manajemen melalui telepon dan SMS, tapi enggak ada jawaban," katanya, saat ditemui usai latihan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (25/5/2012) malam.

Pemain yang bersinar di Timnas U-23 saat SEA Games 2011 itu beralasan dia tertarik memenuhi permintaan PSSI hanya ingin mencari pengalaman saja. "Ingin mencari pengalaman saja. Kebetulan tidak ada jadwal bertanding," kilahnya.

Meski tidak melakukan persiapan, Wanggai berjanji akan tampil baik melawan tim raksasa Italia, Inter Milan.

"Saya ingin bermain bagus untuk laga besok(hari ini). (Persiapan) Biasa saja. Cuma istirahat saja," katanya.

Menurutnya, Inter cocok untuk menjajal kemampuannya, meski bukan tim yang dia favoritkan. "Saya mengidolakan Barcelona. Tapi saya mencoba mengeluarkan penampilan terbaik melawan tim kuat Eropa," katanya. [wir]

Inter Milan vs Timnas U-23 : Bertumpu Pada 5 Papua Imbangi La Beneamata


Timnas Indonesia Selection terlihat serius dalam persiapan menjelang pertandingan melawan Inter Milan, Sabtu (26/05/2012) di Stadion Gelora Bung Karno. Timnas Indonesia Selection terdiri dari beberapa pemain berpengalaman, termasuk lima pemain dari Papua yang juga bermain di Indonesian Super League (ISL).

Lima pemain asal Papua yang akan bermain di timnas Indonesia Selection yaitu Oktovianus Maniani, Titus Bonai, Patrich Wanggai, Joshua Pahabol dan Ellie Aiboi. Khusus untuk Wanggai, pertandingan kali ini menjawab tentang partisipasi Wanggai yang pernah mengundang kontroversi.


Kolaborasi senior-junior menghiasi skuad timnas Indonesia yang akan menjajal Inter Milan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), malam ini. Semua bersatu demi Merah Putih, satu Indonesia.

Trio Papua Titus Bonai (Persipura Jayapura),Oktovianus Manniani (Persiram Raja Ampat),dan Patrich Wanggai (Persidafon Dafonsoro) tercatat dalam 22 nama di skuad Merah Putih. Mereka akan bahu-membahu bersama para veteran sekelas Bima Sakti (Persema Malang),Kurniawan Dwi Julianto (PPSM Magelang),dan Ellie Aiboy (Semen Padang) untuk menimba ilmu dari Inter.

“Bergabung sihbelum.Tapi,Patrich dipastikan bisa bermain dalam partai menghadapi Inter,besok (hari ini).Kami berharap semua pemain terbaik di Indonesia bisa bermain untuk timnas. Sekali lagi kami tidak ingin ada diskriminasi di timnas,” sebut penanggung jawab timnas Benhard Limbong. Dalam skuad yang akan ditukangi Nil Maizar ini juga tercatat pemain yang ambil bagian di ajang Invitasi Al- Nakbah International Tournament di Palestina.

Limbong menegaskan semua pemain terbaik di Indonesia berhak membela timnas, termasuk pemain veteran atau senior,baik yang main di Indonesian Premier League (IPL) atau di Indonesian Super League (ISL).“Kami tak membedabedakan dari mana asal pemain tersebut,” ungkapnya,kemarin.. Sayang,Bambang ‘Bepe’ Pamungkas dan Firman Utina tak bisa memenuhi panggilan tim Merah Putih.“Kami juga berharap Bepe dan Firman bisa tampil saat melawan Inter. Tapi,sampai sekarang belum ada konfirmasi dan kelanjutan lagi,” kata Limbong.

Di pihak lain,karena faktor keletihan, pasukan I Nerazzurri akhirnya memutuskan membatalkan latihan kemarin.Ini dilakukan agar Javier Zanetti dkk kembali bugar saat menjajal tim Merah Putih.

“Para pemain merasa keletihan, karena banyak agenda yang harus diikuti dalam rentan waktu yang berdekatan.Itu menjadi pertimbangan untuk meniadakan agenda latihan,” ungkap Head Media Officer Inter Leo Picchi,seusai menemani beberapa pemain Inter menjalani acara coaching clinicbersama anak-anak Indonesia di SUGBK,Jakarta, kemarin.

Picchi pun mengatakan keputusan meniadakan agenda latihan jelang laga persahabatan dengan tim Merah Putih, juga atas keinginan Pelatih Andrea Stramaccioni.Suksesor Claudio Ranieri tersebut menilai para pemainnya butuh istirahat setelah menjalani berbagai agenda yang cukup padat.

“Pelatih akhirnya memutuskan membatalkan sesi latihan sore nanti (kemarin) agar para pemain bisa tampil lebih bugar besok (hari ini) melawan timnas Indonesia.Kami mohon maaf dan meminta pengertiannya,” ujar Picchi.

Apa yang disampaikan Picchi memang agak berlainan dengan apa yang disampaikan Stramaccioni dalam jumpa pers dengan wartawan seusai beruji coba dengan Liga Selection,Kamis (24/5) malam.Saat itu,pelatih berusia 36 tahun tersebut menyatakan akan menentukan formasi apa yang akan diturunkan setelah selesai menjalani sesi latihan.

“Untuk pertandingan kedua dengan timnas Indonesia,formasi seperti apa yang akan kami turunkan tergantung dari hasil latihan.Yang pasti,kami akan memberikan permainan terbaik pada partai kedua,” ujar Stramaccioni. abdul haris / ma’ruf /

Kepanasan , Inter Milan Ngadem di Kolam Renang


Karena kelelahan dan tak tahan dengan panasnya cuaca Jakarta, pemain Inter Milan yang tengah menggelar tur di Jakarta, batal menggelar latihan.

Padahal, tim berjuluk 'I Nerrazuri' itu sendiri masih harus menghadapi satu pertandingan lagi melawan para pemain Timnas Indonesia yang tergabung dalam Indonesia Selection, Sabtu (26/5/2012) besok.

Sementara itu, di situs resmi Inter, para pemain disebutkan menjalani proses pemulihan kebugaran di kolam renang Hotel Mulia, Jakarta.

“Pemulihan pascapertandingan siang ini (Jumat, 25/5/12) dipindah dari lapangan ke kolam renang hotel karena temperatur dan kelembaban yang tinggi di Jakarta. Pelatih kebugaran Stefano Rapetti menginstruksikan ‘Nerazzurri’ menjalani serangkaian latihan dalam air,” demikian dalam situs resmi Inter.

Sejak kedatangannya, Rabu (23/5/2012) lalu, Javier Zanetti dkk dihadapkan kegiatan yang sangat padat. Setelah melakoni pertandingan melawan tim Liga Selestion yang berakhir dengan kemenangan 3-0, Kamis (24/5/12), mereka juga berjumpa dengan fans dalam meet and great, coaching clinic, kunjungan ke Kedutaan Besar Italia untuk Indonesia, kunjungan sosial ke Panti Asuhan dan kunjungan ke Cagar Budaya Jawa.

"Para pemain merasa keletihan, karena banyak agenda yang mesti kami ikuti dalam rentang waktu yang berdekatan," ujar Head Media Officer FC Inter Milan, Leo Picchi usai menggelar coaching clinic di Stadion Utama GBK, Jumat (25/5/2012).

"FC Internazionale memohon maaf kepada para penggemarnya dan rekan media, karena sesi latihan sore ini di Stadion Gelora Utama Bung Karno dibatalkan," kilahnya.

Alhasil, Inter Milan memilih memanfaatkan waktu yang ada untuk memulihkan kebugaran para pemain. Hal tersebut dilakukan agar Inter bisa memberikan hiburan lebih menarik kepada seleruh Interisti di Indonesia dalam laga pamungkasnya selama di Indonesia.

"Pelatih Strama (Andrea Stramaccioni) akhirnya memutuskan untuk membatalkan sesi latihan sore ini, agar para pemain bisa tampil lebih bugar besok melawan timnas Indonesia. Kami mohon maaf dan pengertiannya," kilah Picchi lagi.



Irvan Ali Fauzi

Pemain Inter Milan Nyanyi Bareng Siswa SD Luar Biasa


Pemain Inter Milan, Ivan Cordoba dan Paolo Orlandoni, mengunjungi Yayasan Pendidikan Rawinala di Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (25/5). Mereka bercengkerama dan bernyanyi dengan para siswa penyandang cacat mental.

Dalam kunjungan tersebut, kiper Paolo Orlandoni berbaur dengan para murid dan ikut bernyanyi bersama. Hal serupa juga dilakukan Ivan Cordoba. Bek senior yang memutuskan gantung sepatu di akhir musim ini juga bergabung bersama Orlandoni.

Tak hanya menyanyi. Kedua pemain Inter Milan itu juga menyaksikan aksi siswa sekolah luar biasa bermain angklung. Kepala SDLB Ganda Rawinala Budi Prasodjo mengaku senang dengan kehadiran kedua pemain kelas dunia tersebut.

Di Indonesia, Inter Milan melakukan sejumlah kegiatan. Kemarin mereka membantai Tim Liga Selection Indonesia 3-0 di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta. Tiga gol Inter Milan dicetak striker Samuel Longo, Giampaolo Pazzini, dan Luca Tremolada. Sabtu besok, Inter Milan kembali turun ke lapangan untuk bertanding melawan Timnas U-23.(ULF)

Thursday, May 24, 2012

Disebut Messi Indonesia , Profil Andik Nampang di Situs Resmi Inter Milan


Inter Milan tampaknya benar-benar terkesan dengan penampilan Andik Vermansyah pasca laga persahabatan melawan Liga Selection di Gelora Bung Karno, Kamis (24/5). I Nerazurri bahkan secara khusus mengulas sedikit profil pemain Persebaya itu dalam situs resmi mereka.

Dalam tulisan yang berjudul Indonesia 2012 : Presenting, Indonesian Messi, Inter sepakat dengan julukan Messi yang disandang Andik oleh media dan fans Indonesia. Menurut mereka, Andik memang memiliki gaya permainan seperti peraih FIFA Ballon d'Or tahun 2010 dan 2011 itu.

"Memiliki tinggi 1,62 meter dan berat 52 kilo, dia (Andik) adalah pemain yang sulit diatasi. Punya passing bagus, kecepatan berlari dan teknik yang hebat. Dia juga punya naluri kuat mencetak gol," demikian pernyataan yang ditulis dalam situs resmi Inter Milan, www.inter.it.

Selain itu, Inter juga mengulas sedikit profil Andik yang pada masa kecilnya berjualan es di jalan. Mereka kagum karena kini Andik mampu mewujudkan mimpinya sebagai pesepakbola handal yang juga diimpikan banyak anak-anak di Indonesia.

Inter juga menyebut, Andik merupakan salah satu pemain yang kerap mengancam Inter dalam laga persahabatan perdana yang telah berlangsung. Begitupun nanti ketika bertanding melawan timnas U-23 pada Sabtu (26/5). "Andik adalah salah satu pemain terbaik Indonesia," sebut mereka lagi.

Kekaguman itu rasanya memang wajar diungkapkan Inter. Sebab, dalam laga persahabatan perdana Inter melawan Liga Selection, Andik beberapa kali membuat repot lini pertahanan Inter yang dikawal Zanetti dan kawan-kawan. Bahkan, tak jarang Andik mampu memenangkan sprint dengan para penggawa Inter.

Pada awal-awal menit pertandingan, gelandang tim Bajul Ijo itu pun sukses membuat beberapa peluang dengan aksi individual. Misalnya ketika ia berhasil memberikan umpan pendek kepada Karlovic setelahg mengecoh beberapa bek Inter. Sayang, Karlovic tidak berhasil mengkonversi umpan Andik menjadi gol.

Pada akhir pertandingan, Andik juga mendapat penghargaan secara khusus dari pemain Inter. Esteban Cambiasoo menghampirinya di pinggir lapangan untuk bertukar jersey.

Sebelumnya, pemain kelahiran Jember itu mendapatkan penghargaan sama dari pemain LA Galaxy yang juga mantan bintang Manchester United, David Beckham. Usai pertandingan yang dihelat pada 30 November 2011 di GBK itu, Beckham bertukar kaos dengan Andik


Hafidz Muftisany

Coaching Clinic , Inter Milan Ajarkan Anak Indonesia Teknik Dasar Sepakbola


FC Internazionale, Jumat (25/5/2012) pagi menggelar coaching clinic kepada anak-anak Indonesia.

Coaching clinic dimulai pukul 10.00 sampai 11.00 WIB, di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Anak Indonesia yang mengikuti Coaching Clinic berasal dari kategori umum, dan beberapa peserta dari U 13 Liga Top Skor.

Ada sekitar 40 anak yang mengikuti coaching clinic. Terlihat dari wajahnya, mereka masih berada di usia 9-13 tahun. Peserta yang hadir tidak semua anak laki-laki, ada juga anak perempuan yang ikut.

Skuad Inter Milan yang memberikan coaching clinic adalah Giovanni Terrani, Andrea Poli, Angelo Palombo, dan Raffaele di Gennaro, serta satu staf pelatih, Giuseppe Baressi.

Kepada anak Indonesia, I Nerrazzurri memberikan pelajaran mengenai teknik-teknik dasar bermain sepakbola, seperti dribbling dan passing.

Selain mengajarkan teknik dasar sepakbola, Inter Milan juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya bermain sepakbola sebagai sebuah tim.

Terlihat dari kejauhan, anak-anak yang mengikuti coaching clinic dibagi menjadi empat kelompok kecil.

Masing-masing kelompok kecil saling bergantian mempraktikkan teknik-teknik dasar bermain sepakbola yang telah diajarkan kepada mereka. (*)


Glery Lazuardi

Titus Bonai dan Djohar Arifin terancam DIPENJARA


PSSI Djohar Arifin Husin dan Titus 'Tibo' Bonai bisa dijerat pasal 126 huruf C KUHP. Hukumannya: kurungan maskimal 5 tahun atau denda Rp 500 juta.

Dugaan PSSI Djohar membantu Tibo membuat paspor ganda merebak. Berangkatnya Tibo bersama rombongan timnas ke Palestina jadi latar belakang. Ya, seperti diketahui, paspor Tibo sebenarnya masih di tangan manajemen Persipura Jayapura, klub Tibo, namun ia tetap bisa bertolak ke luar negeri.

Jadi, bagaimanakah Warga Negara Indonesia (WNI) bisa ke luar negeri tanpa paspor?

Banyak kabar menyebutkan PSSI Djohar membantu Tibo membuat surat kehilangan paspor. Dengan surat kehilangan dari pihak kepolisian itulah Tibo bisa mendapat paspor baru dari Dinas Imigrasi.

Sebenarnya, menurut Humas Dinas Imigrasi Maryoto Sumadi, jika telah terjadi kehilangan paspor dan Dinas Imigrasi menerbitkan paspor baru, otomatis paspor yang dilaporkan hilang itu tidak berlaku lagi.

"Paspor yang dilaporkan hilang pemegangnya ke Kantor Imigrasi dianggap tidak berlaku lagi setelah pemegangnya mendapatkan paspor baru yang disiarkan ke Kantor Imigrasi di seluruh Indonesia," tegas Humas Dinas Imigrasi Maryoto Sumadi.

Namun, Maryoto melanjutkan, kondisi itu berlaku jika laporan hilang itu benar. Jika laporan itu palsu, yang bersangkutan dapat dijerat hukum pidana.

"Jika ternyata paspor itu tidak hilang tapi dilaporkan hilang, dapat dituntut telah memberikan keterangan palsu. Dapat dipidana dengan ketentuan KUHP dan pasal 126 huruf C Undang Undang No 6 tahun 2011," ujar Maryoto.

"Sekali lagi, prosedur standar operasi (SOP) dan persyaratan atas pemberian penggantian paspor yang dilaporkan hilang harus melampirkan/menunjukan surat keterangan kehilangan dari kepolisian dan memberikan keterangan alasan kehilangan yang dituangkan dalam BAP di hadapan petugas imigrasi," lanjut Maryoto.

Dalam kasus Tibo, Maryoto meyakinkan bahwa pihak Persipura pun haruis punya alasan jelas terkait paspor Tibo yang berada di tangan mereka.

"Persipura yang memegang paspor Tibo juga harus punya alasan jelas. Di pengadilan nanti tidak hanya Tibo, Persipura, PSSI, dan kepolisian yang didengar pendapatnya. Dinas Imigrasi juga akan memberikan keterangannya," pungkas Maryoto.

ksb.sportiplus

Ivan Cordoba Senang Akhiri Karir di Indonesia



Musim 2011-2012 merupakan musim terakhir buat pemain Inter Milan asal Kolombia, Ivan Cordoba membela I Nerrazzurri.

Musim depan bek tangguh ini sudah memutuskan untuk gantung sepatu alias pensiun dari dunia sepakbola.

Menurut Ivan Cordoba saat ditemui usai pertandingan Inter Milan vs Liga Selection, di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (24/5/2012), mengaku senang bisa bermain untuk tim Inter Milan.

"Saya menjadi pemain besar dan terkenal berkat klub ini. Saya sangat berterima kasih telah diberi kesempatan bermain untuk Inter Milan,"ujarnya.

Dua pertandingan dalam laga tur Inter Milan ke Indonesia, melawan Liga Selection (24/5/2012) dan Timnas Indonesia U 23 (26/5/2012) merupakan laga perpisahan bagi pemain mungil ini.

Sebagai penghargaan bagi Ivan Cordoba, Pelatih Inter Milan, Andrea Stramaccioni memberikan kesempatan bermain 90 menit.

"Saya senang dapat mengakhiri karier dengan bermain di laga tur ke Indonesia. Pendukung di negara ini sungguh luar biasa, tidak pernah saya bermain di suatu negara yang penontonnya begitu mengidolakan saya. Suatu saat nanti saya akan kembali ke negara ini dan membalas semua perlakuan baik masyarakat Indonesia,"katanya.

Ivan Cordoba mengaku setelah pensiun dari dunia sepakbola dirinya akan kembali berada di tengah-tengah keluarganya di Kolumbia.

Bagi Inter Milan, Cordoba berpesan, setelah saya pensiun nanti, merupakan waktu bagi pemain muda Inter untuk mendapat kesempatan bermain.

"Saya berharap Inter Milan dapat lebih bagus lagi ke depan,"tambahnya.

Glery Lazuardi

Penonton Kurang Puas Tonton IPL selections vs Inter Milan


Setelah melihat pertandingan persahabatan antara Tim Selection melawan Inter Milan, sebagian penonton mengaku kurang puas. Pasalnya, ada sejumlah pemain yang tak diturunkan, baik pemain dari Tim Selection maupun Inter Milan dalam pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (24/5) malam.

Hal itu diakui Yance Hermawan, salah satu penggemar Inter Milan. "Sebenarnya kurang puas sih lihat pertandingan tadi, soalnya ada beberapa pemain Inter yang engga main, seperti Walter Samuel, Forlan. Tadi yang diturunin cuma pemain muda semua," ujar pria yang mengaku tinggal di Mampang, Jakarta Selatan di SUGBK.

Begitu juga dengan permainan Tim Selection kali ini, Yance menilai secara keseluruhan lumayan bagus. Namun ia mengaku kurang puas terhadap pemilihan pemain. "Banyak pemain Indonesia yang bagus engga diturunin," tandasnya.

Hal sama juga diakui Yudis, warga Bintaro, Jakarta Selatan. Ia mengaku permainan Inter Milan cukup bagus. Kendati demikian Yudis mengaku kurang puas lantaran ada beberapa pemain Inter yang tidak merumput di SUGBK itu.

"Yah, lumayan sih permainan. Sayang banyak pemain Inter yang bagus engga main. Tim Indonesia juga sama, yang bagus-bagus banyak yang engga diturunin," ujar Yudis yang datang bersama putranya.

Selain itu, keduanya juga mengaku cukup kecewa atas kekalahan tim Indonesia 3-0 dari Inter Milan. "Yah, minimal bisa ngegolin satu lah, masa 3-0 sih," ujar Yudis bernada kecewa.(AIS)

Inilah Alasan Cambiasso Berikan Kaosnya kepada Andik


Penyerang Liga Selection Andik Vermansyah menampilkan permainan memukau saat melawan Inter Milan di Stadion Gelora Bung Karno, Kamis (24/5/2012). Ternyata penampilan memukaunya menarik hati Esteban Cambiasso terkesan.

Andik mengaku "El Chuchu" --julukan Cambiasso-- menyerahkan seragamnya karena terkesan dengan penampilannya.

"Dia tadi panggil saya. Terus bilang 'You play good'. Dia kemudian tanya umur juga. Saya bilang 20 tahun," bebernya .

Penampilan Andik cukup impresif. Berkali-kali, dia menyajikan aksi-aksi individual yang mampu merepotkan barisan pertahanan Inter yang dikomando Ivan Cordoba. Bahkan, Andik beberapa kali mendapatkan tekel keras dari Cristiano Biraghi.

Sebelumnya, Andik juga tampil impresif saat melawan LA Galaxy beberapa waktu lalu. Gelandang Persebaya Surabaya itu bahkan mendapatkan kostum langsung dari David Beckham. Itu adalah ungkapan permintaan maaf gelandang asal Inggris itu karena telah menekel keras Andik saat pertandingan.


Ferril Dennys

Pelatih Inter Milan Puji Andik


Aksi salah satu gelandang Liga Selection, Andik Vermansyah, dalam laga persahabatan melawan Inter Milan, Kamis (24/5/2012) di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), mendapat apresiasi tinggi dari Pelatih "I Nerazzurri", Andrea Stramaccioni. Andik, kata Stramaccioni, merupakan salah satu penyerang yang memiliki daya akselerasi tinggi dalam laga tersebut.

"Bagi saya, salah satu pemain yang bagus adalah nomor 10 (Andik), tetapi saya tidak ingat namanya," ujar Stramaccioni saat melakukan jumpa pers seusai pertandingan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (24/5/2012) malam.

Penampilan Andik dalam laga yang berakhir dengan skor 3-0 itu memang cukup impresif. Pemain asal Persebaya Surabaya itu berkali-kali merepotkan barisan pertahanan tim berjuluk "La Beneamata" itu dengan kecepatannya dari sisi kanan lapangan. Bahkan, berkat permainannya tersebut, gelandang bertubuh mungil itu mendapat jersey dari Esteban Cambiasso.

"Di babak pertama saya suka sekali cara pemain Indonesia yang bermain cepat dengan kualitas tinggi. Tetapi, secara keseluruhan semua pemain Indonesia sudah cukup bagus," kata pelatih berusia 39 tahun tersebut.

Apresiasi seperti ini memang bukan kali pertama didapat Andik. Pemain berusia 21 tahun tersebut juga tampil impresif saat melawan LA Galaxy beberapa waktu lalu. Setelah laga tersebut, dia juga bahkan mendapatkan kostum langsung dari David Beckham. Itu adalah ungkapan permintaan maaf gelandang asal Inggris tersebut karena telah menekel keras Andik saat pertandingan. Selain itu, Pelatih LA Galaxy, Bruce Arena, juga memuji permainannya.