Showing posts with label Indonesiaku. Show all posts
Showing posts with label Indonesiaku. Show all posts

Wednesday, May 9, 2012

Foto-Foto Puting Payudara Mirip Artis Indonesia

Berikut ini adalah foto-foto puting payudara mirip artis Indonesia terbaru. Entah disengaja atau tidak yang pasti puting payudara mirip artis Indonesia ini sempat tertangkap kamera dan disebar luas diinternet.

Yuk kita lihat penampakannya :


Khusus DEWASA 18+



Nia Ramadani


Sarah Azhari


Marshanda


Jenifer-irfan bachdim


Cinta Laura


Dewi Persik


Desy Ratnasari







source from : http://www.renjod.com/2011/07/puting-payudara-artis-indonesia.html

Tuesday, May 1, 2012

Video Aksi Koboy Palmerah

Senin 30 April 2012 di Palmerah Selatan dekat halte Kompas. Seorang aparat menodongkan pistol ke wajah pengendara motor karena mobilnya terserempet. Aparat sensi ini sempat mengeluarkan tembakan ke atas sebelum kemudian mengarahkan senjatanya ke wajah pengendara motor.

Berikut ini Video Koboy Palmerah yang diunggah di Youtube


Yah begitulah wajah aparat negeri kita tercinta ini bro....
Mentang2 punya bedil seenaknya nakut-nakutin rakyat.

Friday, April 27, 2012

Ancaman Bencana Tsunami di Indonesia

Nusantara kita, Indonesia Raya, adalah negara kepulauan terbesar di dunia, yang berdasarkan publikasi PBB pada tahun 2008, Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki 17.480 pulau yang dikelilingi garis pantai sepanjang 95.181 km, yang menempatkan Indonesia pada urutan ke empat negara pemilik garis pantai terpanjang di dunia, setelah Amerika Serikat, Kanada dan Rusia.


Peta wilayah Indonesia Raya

Maka sudah selayaknya kita bersyukur kepada Allah atas anugerah ini. Betapa kayanya bangsa kita. Kalau kita duduk di tepi pantai, memandang ke arah laut lepas, maka kita akan sadar betapa kayanya bangsa kita ini. Di dalam laut itu tersimpan kekayaan sumberdaya hayati dan mineral yang tak terkira nilainya.


Betapa indahnya pantai nusantara

Tapi sadarkah kita, bahwa dibalik keindahan itu, dari tengah laut yang kita pandang itu, ada ancaman teror yang sangat mengerikan, yang senantiasa mengintai. Ancaman itu bisa datang tiba-tiba, kapanpun, mungkin di pagi yang cerah atau di malam yang melelapkan.

Ancaman ini bisa muncul di sepanjang kawasan pantai Indonesia, terutama pesisir barat Sumatera, pesisir selatan Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, pesisir utara Papua, Maluku dan Sulawesi, serta pesisir timur Kalimantan. Kalau teror itu datang, dia akan menyisakan kegetiran, atas hancurnya harta benda dan terenggutnya jiwa.

Apakah ancaman teror itu? Ya, Tsunami.

Teror tsunami siap memangsa korban

Apakah itu Tsunami?

Tsunami berasal dari kata :
Tsu = Pelabuhan
Nami = Gelombang

Tsunami didefinisikan sebagai gelombang laut yang terjadi karena adanya gangguan impulsif pada laut. Gangguan impulsif tersebut terjadi akibat adanya perubahan bentuk dasar laut secara tiba-tiba dalam arah vertikal (Pond and Pickard, 1983) atau dalam arah horizontal (Tanioka and Satake, 1995).

Perubahan bentuk tersebut disebabkan oleh tiga sumber utama, yaitu gempa tektonik, letusan gunung api, atau longsoran yang terjadi di dasar laut (Ward, 1982). Pada kasus yang spesifik, tsunami juga dapat ditimbulkan karena jatuhnya meteor raksasa di laut. Dari keempat sumber tersebut, gempa tektonik lebih dominan merupakan penyebab utama tsunami di Indonesia (Puspito dan Triyoso, 1994).

Tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 misalnya muncul sebagai akibat terjadinya pergeseran lempeng samudera Indonesia yang menyebabkan gempa tektonik 9,4 skala richter. Tsunami ini melanda 10 negara di Asia Tenggara, Asia Selatan dan Timur Afrika, menyebabkan lebih dari 283.100 orang tewas, 11.000 masih masuk daftar orang hilang, serta 1.126.900 orang kehilangan tempat tinggal. Korban terbesar adalah Indonesia. Korban tewas di Aceh saja tercatat tidak kurang dri 165.000 orang.


Pergerakan gelombang tsunami Aceh 26 Desember 2004

Sedangkan gempa karena letusan gunungapi Krakatau pada 27 Agustus 1883 menjadi pemicu munculnya tsunami setinggi 30 meter di Selat Sunda, yang menewaskan sekitar 36.000 orang ketika itu.


Pergerakan gelombang Tsunami Krakatau 27 Agustus 1883

Gelombang tsunami yang terjadi akibat deformasi di dasar laut memiliki karakteristik sebagai berikut:
• Memiliki panjang gelombang sekitar 100-200 km atau lebih.
• Memiliki perioda 10-60 menit
• Kecepatan perambatan gelombang bergantung pada kedalaman dasar laut.


Pembentukan tsunami dilihat dari satelit


dimana : v = kecepatan gelombang ; g = percepatan gravitasi ; h = kedalaman laut

Gempa pembangkit tsunami biasanya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
• Lokasi episenter terletak di laut.
• Kedalaman pusat gempa relatif dangkal, kurang dari 70 km.
• Memiliki magnitudo besar M > 7.0 SR
• Mekanisme pensesarannya adalah sesar naik (thrusting fault) dan sesar turun (normal fault)


Mekanisme pembentukan tsunami

Kedatangan tsunami sebenarnya dapat dikenali secara visual. Jika pantai mengalami surut tiba-tiba, segera setelah terjadi gempa, maka dipastikan akan terjadi tsunami. Maka tindakan yang harus dilakukan adalah segera menyelamatkan diri ke arah bukit terdekat atau zona evakuasi yang ditetapkan Pemerintah, jika ada.

Dari arah pantai, gulungan ombak laut yang datang, tidak bisa dibedakan antara gelombang karena angin dan gelombang karen tsunami. Hal ini yang menyebabkan kedatangan tsunami seringkali tidak cepat disadari.


Perbedaan mekanisme pembentukan gelombang laut karena angin dan tsunami


Sistem Peringatan Dini Tsunami di Indonesia

Pemerintah Indonesia, dengan bantuan negara-negara donor, telah mengembangkan Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia (Indonesian Tsunami Early Warning System - InaTEWS). Sistem ini berpusat pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Jakarta.


Fasilitas Pusat Pemantau Gempa dan Tsunami BMKG

Sistem ini memungkinkan BMKG mengirimkan peringatan tsunami jika terjadi gempa yang berpotensi mengakibatkan tsunami. Sistem yang ada sekarang ini sedang disempurnakan. Kedepannya, sistem ini akan dapat mengeluarkan 3 tingkat peringatan, sesuai dengan hasil perhitungan Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan (Decision Support System - DSS).

Pengembangan Sistem Peringatan Dini Tsunami ini melibatkan banyak pihak, baik instansi pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga internasional, lembaga non-pemerintah. Koordinator dari pihak Indonesia adalah Kementrian Negara Riset dan Teknologi (RISTEK). Sedangkan instansi yang ditunjuk dan bertanggung jawab untuk mengeluarkan INFO GEMPA dan PERINGATAN TSUNAMI adalah BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika). Sistem ini didesain untuk dapat mengeluarkan peringatan tsunami dalam waktu paling lama 5 menit setelah gempa terjadi.

Sistem Peringatan Dini memiliki 4 komponen:
1. Pengetahuan mengenai Bahaya dan Resiko, Peramalan, Peringatan, dan Reaksi.
2. Observasi (Monitoring gempa dan permukaan laut)
3. Integrasi dan Diseminasi Informasi
4. Kesiapsiagaan.

Sebuah Sistem Peringatan Dini Tsunami adalah merupakan rangkaian sistem kerja yang rumit dan melibatkan banyak pihak secara internasional, regional, nasional, daerah dan bermuara di Masyarakat.


Sistem kerja InaTEWS

Apabila terjadi suatu Gempa, maka kejadian tersebut dicatat oleh alat Seismograf (pencatat gempa). Informasi gempa (kekuatan, lokasi, waktu kejadian) dikirimkan melalui satelit ke BMKG Jakarta. Selanjutnya BMG akan mengeluarkan INFO GEMPA yang disampaikan melalui peralatan teknis secara simultan. Data gempa dimasukkan dalam DSS untuk memperhitungkan apakah gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami. Perhitungan dilakukan berdasarkan jutaan skenario modelling yang sudah dibuat terlebih dahulu. Kemudian, BMKG dapat mengeluarkan INFO PERINGATAN TSUNAMI. Data gempa ini juga akan diintegrasikan dengan data dari peralatan sistem peringatan dini lainnya (GPS, BUOY, OBU, Tide Gauge) untuk memberikan konfirmasi apakah gelombang tsunami benar-benar sudah terbentuk. Informasi ini juga diteruskan oleh BMKG.


Dart Buoy telah disebar di 15 lokasi perairan Indonesia di kawasan berpotensi tsunami

BMKG menyampaikan info peringatan tsunami melalui beberapa institusi perantara, yang meliputi (Pemerintah Daerah dan Media). Institusi perantara inilah yang meneruskan informasi peringatan kepada masyarakat. BMKG juga menyampaikan info peringatan melalui SMS ke pengguna ponsel yang sudah terdaftar dalam database BMKG. Cara penyampaian Info Gempa tersebut untuk saat ini adalah melalui SMS, Facsimile, Telepon, Email, RANET (Radio Internet), FM RDS (Radio yang mempunyai fasilitas RDS/Radio Data System) dan melalui Website BMG (www.bmg.go.id).

Apakah Pemerintah peduli bagi keselamatan rakyat terhadap ancaman tsunami?

Pemerintah juga sebenarnya sudah melakukan sosialisasi mengenai tsunami di beberapa daerah. Tetapi sosialisasi ini tidak masif dan simultan. Hanya sekedar basa-basi, bahwa Pemerintah sudah berbuat sesuatu untuk rakyatnya.

Padahal yang seharusnya lebih difokuskan oleh Pemerintah adalah bagaimana tindakan darurat jika tsunami sudah terbentuk. Tidak cukup hanya dengan InaTEWS, urusan tsunami selesai.

Belajar dari Jepang, negeri sakura dengan sejuta gempa. Jepang diakui dunia karena kesigapan bangsa ini menghadapi gempa. Dengan sistem peringatan dini tsunami yang sudah maju, pembangunan sistem pembendung ombak di sepanjang pantai, sistem penyebaran informasi yang efektif dan sistem evakuasi tsunami yang sudah terpola, tak ayal tsunami 11 Maret 2011 yang lalu nyatanya meminta korban belasan ribu jiwa. Pertanyaannya, apa yang terjadi kalau Pemerintah Jepang memiliki setingkat 'kesigapan' Pemerintah Indonesia?


sumber : http://radenantareja.blogspot.com

Thursday, April 5, 2012

Ternyata eh Ternyata?


Pembangun jalan arteri Porong pengganti ini sepenuhnya dibiayai dari APBN (sumber: Kompas.com)

Walaupun Partai Golkar bagian dari Setgab Partai Koalisi Pendukung Pemerintah, ketika Golkar mendukung kenaikan harga BBM dengan persyaratan tertentu (Pasal 7 ayat 6a UU APBN-P 2012) bukan berarti Golkar benar-benar murni konsisten memegang komitmen sebagai konsekuensi bagian dari Setgab itu. Juga bukan semata-mata demi kepentingan rakyat banyak sebagaimana sering dikoar-koarkan. Sebab ternyata ada “misteri” di balik dukungan tersebut. Atau, lebih tepatnya ada jual-beli dukungan di baliknya. Jual-beli tersebut tentu saja antara Golkar dengan pemerintah yang didukung sepenuhnya oleh Demokrat sebagai parpol-nya SBY.

Ternyata, di balik hiruk-pikuknya Rapat Paripurna DPR, 30 – 31 Maret 2012 yang membahas tentang rencana kenaikan BBM bersubsidi tersebut telah membuat “lupa” segenap anggota DPR terhadap keberadaan suatu pasal yang sebetulnya sangat berpotensi mengeruk dalam anggaran negara.

Ironisnya anggaran yang dibebankan kepada negara itu seharusnya merupakan tanggung jawab pihak swasta, tetapi melalui tahapan dugaan konspirasi dan jual-beli jasa politik tertentu berhasil dialihkan menjadi beban negara.

Itulah dugaan adanya “konspirasi terbaru”, berupa deal-deal politik di balik layar antara Presiden SBY/Demokrat dengan Aburizal Bakrie/Ketua Umum Golkar, peanggung jawab bencana Lumpur Lapindo yang telah berlangsung selama lebih dari 6 tahun itu. Beban-beban anggaran yang jumlah triliun rupiah yang harus menjadi tanggung jawab pihak Lapindo (Aburizal Bakrie) dengan enteng dipindahbebankan kepada negara.


Setelah biaya pembangunan kembali infrastruktur dibebankan kepada negara, kini anggaran untuk membayar ganti rugi warga pun dibebankan kepada negara lewat Pasal 18 UU APN-P 2012 (sumber: khasanahanakbangsa.com)

Entah disengaja ataukah tidak Rapat Paripurna DPR pada waktu itu menjadi hiruk-pikuk, disertai atraksi-atraksi dagelan bak anak-anak TK, dan pembahasan-pembahasan hal-hal tak substansial yang dipanjang-panjangkan waktunya. Seperti hanya untuk menentukan apakah batas waktu rapat diperpanjang ataukah tidak dibuat bertele-tele. Bahkan sampai harus ditentukan lewat voting!

Hanya untuk membahas setuju-tidaknya batas waktu rapat ditambah satu jam menjadi pukul 01.00 WIB dini hari, dari semula pukul 12.00 WIB memerlukan waktu sampai sekitar 30 menit. Alhasil ketika kesepakatan dicapai, waktu penambahan itu hanya tersisa 30 menit.

Lewat hiruk-pikuk yang mungkin saja direkayasa itu, semua konsentrasi anggota DPR tercurah pada masalah kenaikan harga BBM yang diatur lewat mekanisme APBN 2012 itu. Membuat mereka menjadi lupa dan “lupa” kalau ada satu pasal di dalam (RUU) APBN-P 2012 itu yang sangat merugikan keuangan negara. Akibatnya karena RUU APBN-P 2012 itu telah disahkan oleh DPR, maka otomatis pasal tersebut pun lolos.

Pasal itu adalah Pasal 18 UU APBN-P 2012, yang secara khusus mengatur tentang alokasi dana APBN untuk penanggulangan korban lumpur Lapindo di Sidoarjo. Padahal sebelumnya beban biaya ini sepenuhnya telah disepakati menjadi tanggung jawab pihak Lapindo.

Di dalam pasal 18 UU APBN-P 2012 itu ditentukan bahwa alokasi dana pada Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) tahun anggaran 2012 dapat digunakan untuk melunasi :

a. Pelunasan pembayaran pembelian tanah dan bangunan di luar peta area terdampak pada tiga desa (Besuki, Kedungcangkring, dan Pejarakan);

b. Bantuan kontrak rumah, bantuan tunjangan hidup, biaya evakuasi dan pelunasan pembayaran pembelian tanah dan bangunan di luar peta area terdampak pada sembilan rukun tetangga di tiga kelurahan (Siring, Jatirejo, dan Mindi);

c. Bantuan kontrak rumah, bantuan tunjangan hidup, biaya evakuasi dan pelunasan pembayaran pembelian tanah dan bangunan pada wilayah di luar peta area terdampak lainnya yang ditetapkan melalui perpres.

Rupanya, selama ini, “kebaikan” Pemerintahan SBY kepada pihak Lapindo untuk menanggung biaya perbaikan dan penggantian infrastruktur, seperti membangun jalan arteri dan jalan tol Porong pengganti yang sudah menghabiskan uang negara beberapa triliun rupiah itu dirasakan belum cukup juga.



Spanduk gambar Aburizal Bakrie yang dibakar warga korban lumpur Lapindo, Maret 2012 (sumber: detik.com)

Maka dengan memanfaatkan momen niat pemerintahan SBY menaikkan harga BBM yang memerlukan dukungan politik Golkar, diam-diam diadakan jual-beli jasa politik tersebut. Deal-nya: Golkar akan mendukung pemerintah menaikkan harga BBM. Kompensasinya biaya untuk penangggulangan bencana lumpur Lapindo untuk membayar ganti rugi warga yang terkena dampak lumpur Lapindo juga “diambil-alih” negara lewat APN 2012.

Rupanya inilah yang membuat Aburizal Bakrie sempat memberi pernyataan yang menjanjikan bahwa penyelesaian proses pembayaran tanah/ganti rugi, dan lain-lain terkait korban lumpur Lapindo akan tuntas di tahun 2012 ini juga.

“Tahun ini akan selesai,” ujar Aburizal Bakrie usai meresmikan Kantor DPD Partai Golkar di Kabupaten Malang (detik.com, 15/03/2012).

Kalau kondisi pada waktu menjelang pembahasan kenaikan harga BBM di DPR pada 30-31 Maret 2012 itu tidak sampai sedemikian panasnya, kemungkinan Golkar akan mendukung sepenuhnya kenaikan harga BBM itu tanpa syarat. Yang berarti, kenaikan BBM terjadi pada 1 April 2012 lalu. Tapi, karena waktu itu suasana semakin panas oleh aksi unjuk rasa. Terutama sekali di luar Gedung DPR, maka “terpaksa” diambil jalan tengah, dengan membuat dan memasukkan Pasal 7 ayat 6a tersebut.

Pelaksanaan dari Pasal 18 UU APBN-P 2012 tersebut di atas sudah mulai dibicarakan secara resmi pada 1 April 2012 oleh Badan Anggaran DPR. Dana APBN itu dianggarakan untuk memberi ganti rugi kepada warga 64 RT. Badan Anggaran DPR itu telah sepakat untuk pencairan dana uang muka sebesar 20 persen dari seluruh biaya penggantian kerugian. atau sebesar Rp. 463.125.701.000, ditambah dengan anggaran jatah hidup warga sebesar Rp. 56.145.234.000. Jadi, dalam waktu dekat ini pemerintah sudah harus “membantu” Lapindo/Aburizal Bakrie dengan dana dari negara sebesar Rp. 519,27 miliar.

Delapan puluh persen sisa biaya ganti rugi warga korban lumpur Lapindo telah disepakati untuk dimasukkan dalam RABPN 2013.

Realisasi pencairan dana tersebut di atas hanya tinggal menunggu revisi keempat Perpres Nomor 14 Tahun 2007. “Menteri Keuangan dan Menteri PU sudah menandatangani draft-nya. Kini, pencaitan masih menunggu di meja Presiden,” kata Ketua Pansus Lumpur Lapindo DPRD Sidoarjo Emir Firdaus (Jawa Pos, 05/04/2012).

Perpres Nomor 14 Tahun 2007 itu memang sudah tiga kali direvisi Presiden SBY. Sekarang adalah revisi yang keempat. Semua revisi-revisi tersebut tersirat dengan jelas mengikuti situasi dan kondisi (politik) dalam rangka mengakomodasi kepentingan pihak Lapindo/Aburizal Bakrie. Sebagai wujud dari kompensasi-kompensasi dukungan politik yang diperoleh dari pihak Golkar, dan juga balas jasa dukungan keuangan Aburizal Bakrie dalam pilpres yang dimenangkan oleh SBY.

Demikianlah nasib bangsa dan negara ini ketika dipimpin oleh penguasa dan pengusaha seperti sekarang ini.

Sumber :
Harian Jawa Pos, Kamis, 05 April 2012.
kompas.com


Wednesday, March 21, 2012

Hacker Indonesia Tolak Kenaikan BBM


“BBM NAIK SBY TURUN JABATAN ! Pilih Rakyat apa Kapitalis Pak !”

Inilah kata-kata yang terpajang pada beberapa situs yang dibobol oleh hacker sebagai bentuk penolakan atas kenaikan harga BBM yang direncakan oleh Presiden, tidak saja ditentang melalui demonstrasi di jalanan, yang dilakukan oleh masyarakat, organisasi dan mahasiswa.

Hacker pun mulai bersuara menolak rencana kenaikan BBM yang direncanakan pemerintah dengan cara yang biasa mereka lakukan, yaitu dengan cara membobol situs.

Hacker dengan inisial ANONYMOUS “made in Jogja” membobol beberapa situs mulai dari situs pemerintahan sampai situs kampus dan situs umum menjadi korban. Pembobolan yang dilakukan tergolong tidak berbahaya dan merusak sistem, karena sifat dari pembobolan hanyalah sebatas deface terhadap salah satu halaman.

Berikut sejumlah situs yang jadi korban penyusupan:

http://jobfinder.com.my/fuck.html

http://bkd.jabarprov.go.id/root/bbm.html

http://diskes.jabarprov.go.id/root/bbm.html

http://bkpd.jabarprov.go.id/data/arsip/bbm.html

http://diperta.jabarprov.go.id/root/bbm.html

http://disbun.jabarprov.go.id/root/bbm.html

http://panakombali.com/bbm.html

http://limanusa.com/

http://smpn2salam.sch.id/bbm.html

http://smumuh1mtl.sch.id/

http://graendious.com/bbm.html

http://millermaki.com/bbm.html

http://enviroverks.com/BBM.html

http://advancedbass.com/BBM.HTM

http://dominations.com.my/BBM.HTM

http://itg-ind.com/BBM.HTM

http://myfatherbusiness.com/BBM.htm

http://emma.my/BBM.htm

http://motorssim.com/BBM.htm

http://sinberycorp.com.my/BBM.htm

http://healin.com.my/BBM.htm

http://besthearing.com.my/BBM.htm

http://gmpkaisar.com/BBM.htm

http://mam.org.my/BBM.htm

http://colourlivinghouse.com/BBM.htm

http://hyperlube.com.my/BBM.htm

http://citrineone.com/BBM.htm

http://ecoresourcesintl.com/BBM.htm

http://35tahun.uns.ac.id/bbm.html

http://36tahun.uns.ac.id/bbm.html

http://sim.uns.ac.id/bbm.html

http://arsip.uns.ac.id/

http://infolab.uns.ac.id/bbm.html

Beberapa situs sudah bisa diperbaiki dan ada juga yang masih dalam perbaikan

http://disbun.jabarprov.go.id/root/ (AntiGalau)
http://diperta.jabarprov.go.id/root/bbm.html (telah di perbaiki)
http://bkd.jabarprov.go.id/root/bbm.html (telah di perbaiki)
http://diskes.jabarprov.go.id/root/bbm.html (telah di perbaiki)
http://arsip.uns.ac.id/ Masih ada situs lainnya.

sumber : http://online-media.lintas.me/go/cgeatpe.blogspot.com/hacker-tolak-kenaikan-bbm-puluhan-situs-pemerintah-dan-kampus-di-deface/#

Sunday, March 18, 2012

BBM naik tinggi, Orang pintar tarik subsidi

Galang rambu anarki anakku
lahir awal januari menjelang pemilu
galang rambu anarki dengarlah
terompet tahun baru menyambutmu
galang rambu anarki ingatlah
tangisan pertamamu ditandai bbm
membumbung tinggi (melambung)

maafkan kedua orangtuamu
kalau tak mampu beli susu
bbm naik tinggi
susu tak terbeli orang pintar tarik subsidi
mungkin bayi kurang gizi (anak kami)

galang rambu anarki anakku
cepatlah besar matahariku
menangis yang keras, janganlah ragu
tinjulah congkaknya dunia buah hatiku
doa kami di nadimu

Judul : Galang Rambu Anarki
Penyanyi / Artist : Iwan Fals


Dilagu ini tersirat banyak makna yang seharusnya kita sudah sangat paham dan mengetahui karena BBM naik bukan hanya sekali. Makna yang paling kental dari lagu yang diatas adalah hubungan BBM (Bahan Bakar Minyak) dengan susu (kebutuhan pokok). Dimana setiap kenaikan BBM pasti diiringi dengan meroketnya harga-harga kebutuhan pokok.

Kita jangan mau di sempitkan oleh kenaikan BBM yang hanya berimbas bagi pengendara kendaraan bermotor. Fungsi BBM sangat besar dan vital karena pensuplay kebutuhan sangat vital .
Dan produksi bahan pokok yang membutuhkan mereka pasti membengkak harganya yang berimbas meroketnya harga-harga kebutuhan pokok.

Pernah anda berfikir tentang kehidupan orang-orang yang sangat kekurangan?
Dana BLT Dan beras raskin dari pemerintah pun banyak yang diselewengkan para oknum.
Seharusnya pemerintah pun bisa lebih mengawasi aliran dana tersebut agar sampai ke tangan orang yang berhak mendapatkannya.

Terima Kasih

Tuesday, March 13, 2012

Macan, Simbol Raja Peredam Kekacauan

Dalam simbol mitologi China macan termasuk salah satu shio dari 12 binatang. Mengapa macan yang termasuk bukannya singa padahal raja dari segala binatang adalah singa, bukan macan. Konon, menurut legenda China pada zaman dahulu kala itu singa masih termasuk salah satu shio dari 12 binatang dalam kepercayaan masyarakat China. Tidak ada macan.

Karena singa itu terlalu kejam, Dewa Utama mau menyingkirkan singa dari struktur shio. Tetapi Dewa Utama tidak bisa begitu saja melakukannya karena singa adalah raja dari segala raja binatang. Kalau singa mau disingkirkan, perlu binatang baru untuk mengontrol binatang-binatang yang ada. Dia teringat sama macan.

Macan sendiri adalah makhluk yang tidak penting di dunia manusia, lanjut legenda yang ada. Namun, ketika macan belajar keahlian bertarung dari kucing, sang macan menjadi ksatria gagah berani. Semua binatang yang menantang dia akan mati atau luka parah sekali. Macan yang selalu menang dalam perkelahian menjadi terkenal karena keahliannya.

Karena macan menjadi sangat terkenal, Dewa Utama memanggilnya ke kahyangan. Setibanya di sana, macan pun berhasil mengalahkan semua ksatria Dewa Utama. Setelah memenangkan semua pertempuran, macan pun menjadi salah satu ksatria penting Dewa Utama.

Aksara raja

Namun, setelah macan menjadi salah satu ksatria penting Dewa Utama, binatang-binatang di dunia mulai menyerang manusia karena kurangnya pengawasan. Berbagai kejadian telah menarik perhatian Dewa Utama, dan kemudian memerintahkan turun ke bumi untuk melindungi umat manusia.

Macan kemudian meminta persyaratan untuk setiap perkelahian yang dimenangkan, ia ingin mendapat penghargaan. Permintaannya dikabulkan oleh Dewa Utama. Setelah tiba di bumi, macan mempelajari kalau singa, beruang, dan kuda adalah binatang paling kuat. Macan menantang semua dan menang.

Ketika berbagai makhluk jahat mendengar kemenangan macan, semua bersembunyi di hutan yang tidak berpenghuni dan tidak pernah terlihat lagi. Seluruh umat manusia berterima kasih kepada macan karena mengalahkan makhluk-makhluk jahat.

Macan pun kembali ke kahyangan. Karena macan telah menang tiga kali, Dewa Utama menempatkan tiga garis utama di kening sang macan. Lewat beberapa waktu, dunia kembali dikacaukan oleh seekor kura-kura yang memiliki kekuatan magis jahat. Bumi dibanjiri air bah oleh kura-kura tersebut.

Macan kembali dikirim ke bumi dan membunuh kura-kura jahat tersebut. Dewa Utama kemudian memberikan penghargaan dengan menambah garis horizontal di tengah tiga garis yang dihadiahkan di kening macan. Penambahan garis ini membentuk aksara China ”wang” yang berarti raja. Aksara kanji ”wang” ini sampai sekarang masih terlihat di kening macan.

Ketika Dewa Utama mendengar kebrutalan singa di dunia, diputuskan status shio singa dicopot dan macan dipilih untuk menggantikan singa dalam strata shio kepercayaan China. Selain memiliki status shio, macan pun dinobatkan sebagai raja dari segala binatang. Macan dalam legenda China disimbolkan sebagai peredam kekacauan yang terjadi di bumi.


Sumber dongeng dari Kompas.com
http://nagapasha.blogspot.com

Sunday, March 11, 2012

8 Sumber Energi Alternatif Pengganti BBM

Sumber energi alternatif mulai populer di seluruh dunia, menggantikan sumber energi fosil yang perlahan-lahan mulai habis. Berdasarkan kebijakan Amerika Serikat tentang sumber energi, ada 8 sumber energi alternatif yang berpotensi untuk menggantikan peran minyak bumi.

1. Ethanol


Merupakan bahan bakar yang berbasis alkohol dari fermentasi tanaman, seperti jagung dan gandum. Dalam sejarahnya etanol telah lama digunakan sebagai bahan bakar. Bahan bakar ini dapat dicampur dengan bensin untuk meningkatkan kadar oktan dan kualitas emisi. Namun, ethanol memiliki dampak negatif terhadap harga pangan dan ketersediannya.

2. Gas Alam


Gas alam sudah banyak digunakan di berbagai negara yang biasanya untuk bidang properti dan bisnis. Jika digunakan untuk kendaraan, emisi yang dikeluarkan akan lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan minyak.

3. Listrik


Listrik dapat digunakan sebagai bahan bakar transportasi, seperti baterai. Tenaga listrik dapat diisi ulang dan disimpan dalam baterai. Bahan bakar ini menghasilkan tenaga tanpa ada pembakaran ataupun polusi, namun sebagian dari sumber tenaga ini masih tercipta dari batu bara dan meninggalkan gas karbon.

4. Hidrogen



Hidrogen dapat dicampur dengan gas alam dan menciptakan bahan bakar untuk kendaraan. Hidrogen juga digunakan pada kendaraan yang menggunakan listrik sebagai bahan bakarnya. Walaupun begitu, harga untuk penggunaan hidrogen masih relatif mahal.

5. Propana


Propana atau yang biasa dikenal dengan LPG merupakan produk dari pengolahan gas alam dan minyak mentah. Sumber tenaga ini sudah banyak digunakan sebagai bahan bakar. Propana menghasilkan emisi lebih sedikit dibandingkan bensin, namun penciptaan metananya lebih buruk 21 kali lipat.

6. Biodiesel


Biodiesel merupakan energi yang berasal dari tumbuhan atau lemak binatang. Mesin kendaraan dapat menggunakan biodiesel yang masih murni, maupun biodiesel yang telah dicampur dengan minyak. Biodiesel mengurangi polusi yang ada, akan tetapi terbatasnya produk dan infrastruktur menjadi masalah pada sumber energi ini.

7. Methanol


Methanol yang juga dikenal sebagai alkohol kayu dapat menjadi energi alternatif pada kendaraan. Methanol dapat menjadi energi alternatif yang penting di masa depan karena hidrogen yang dihasilkan dapat menjadi energi juga. Namun, sekarang ini produsen kendaraan tidak lagi menggunakan methanol sebagai bahan bakar.

8. P-Series

P-series merupakan gabungan dari ethanol, gas alam, dan metyhltetrahydrofuran (MeTHF). P-series sangat efektif dan efisien karena oktan yang terkandung cukup tinggi. Penggunaannya pun sangat mudah jika ingin dicampurkan tanpa ada proses dengan teknologi lain. Akan tetapi, hingga sekarang belum ada produsen kendaraan yang menciptakan kendaraan dengan bahan bakar fleksibel.

Friday, March 2, 2012

Bukti Gagalnya Pemerintah Dengan Rencana Menaikkan Harga BBM

Langkah pemerintah menaikkan harga BBM merupakan bukti gagalnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pengelolaan manajemen.Dalam hal ini, pemerintahan SBY dinilai melemparkan kesalahan manajemennya kepada rakyat dengan menaikkan harga BBM.

Semestinya kebijakan pemerintah itu memberikan manfaat. Mestinya pemerintah tidak hanya melihat pembatasan subsidi dari untung penghematan anggaran saja, tapi harus dilihat dampaknya secara umum. Harus dicermati agar jangan sampai langkah menaikan BBM ini mengganggu daya beli masyarakat dan daya saing industri. Kalau kita cuma mau menghemat APBN saja, tapi mengurangi daya beli dan daya saing, maka dampaknya bisa lebih besar nilainya terhadap perekonomian nasional.

Masyarakat jangan diberikan hukuman karena konsumsinya terlalu banyak dengan kebijakan ini. Selesaikan saja kebocoran-kebocoran dari penyaluran subsidi BBM atau kebocoran-kebocoran pemerintah lainnya untuk menghindari dampak yang lebih luas. Jangan bocornya belum ditambah, rakyat yang disuruh menanggung hal ini. Kebijakan menaikan harga BBM seperti ini namanya kebijakan gampangan dan tidak berpihak pada rakyat.

Program konversi BBM ke gas yang seharusnya bisa mengembangkan industri baru seperti indusrti konverter mesin, namun karena tidak bisa memproduksi sendiri, akhinya konverter itu harus diimpor. Otomatis, itu menguntungkan negara lain.

Bagaimana mau mengkonversi BBM ke gas, kalau gasnya saja tidak ada di pasar. Program konversi ini seharusnya juga berdampak pada sektor industri lainnya. Misalnya bisa diciptakan produk konverter buatan Indonesia sehingga terbuka lapangan kerja. Kalau mau konversi semua mobil misalnya ke gas, kan ada jutaan konverter yang bisa diproduksi. Tapi karena tidak dipikirkan panjang dan hanya dipikirkan 3 bulan dan langsung dilaksanakan maka konverter pun terpaksa harus import dan mahal sehingga program ini tidak berjalan.

Bimbim Slank juga Tolak Kenaikan BBM : Sistem Kapitalis Gagal Total, Dunia Butuh Sesuatu Yang Baru

Hal ini dikatakan Bimbim terkait dengan rencana pemerintah untuk menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada April mendatang. Menurut Bimbim, Indonesia adalah salah satu negara yang menghasilkan minyak, namun menjadi ironis apabila pemerintah masih membeli minyak mentah dari pasar Internasional. Hal itu pula yang membuat dirinya sangat tidak setuju dengan kebijakan kenaikan harga BBM.


referensi :
http://mobile.seruu.com
http://www.lensaindonesia.com

Thursday, March 1, 2012

Mengapa Orang Sunda Tidak Ada Yang Jadi Presiden?

Konon menurut ramalan dari Joyoboyo (raja Kediri yang memerintah sekitar tahun 1135-1157), bakal pemimpin negeri ini adalah memiliki initial nama “notonegoro” atau “no-to-no-go-ro”, bila diartikan secara sederhana menunjukan bahwa yang bakal menjadi presiden itu “harus” orang Jawa.

Hal ini nampaknya tidak berlebihan bila ternyata yang jadi presiden sebagai pemenang pemilu adalah: “soekarno”, “soeharto” dan “yudoyono”, adapun habibie, gusdur dan megawati, adalah presiden yang dipilih akibat dari peralihan saja.

Namun demikian hampir dari semuanya mereka adalah berasal dari orang Jawa, hal ini tentunya tidak berlebihan karena menurut data statistik pun jumlah penduduk Indonesia itu hampir separuhnya lebih adalah suku Jawa, sehingga peluang / probabilitasnya sangat besar dibandingkan yg lainnya, apalagi sekarang dipilih secara langsung oleh rakyat.

Di balik itu semua, bila melihat kembali ke Sejarah Bangsa nampaknya hampir seluruh Pemimpin Bangsa ini cara kepemimpinannya merujuk kepada falsafah dari Gadjah Mada, yang terkenal dengan “Sumpah Palapa” nya (tahun 1331), dan gaya kepemimpinannya pun nampaknya tidak lebihnya adalah merupakan ‘reinkarnasi’ dari cara kepemimpinan seorang Patih Gadjah Mada.

Bila dilihat secara garis besar, kaidah kepemimpinan Gadjah Mada dapat diklasifikasikan menjadi tiga dimensi, yaitu:Spiritual, Moral, dan Manajerial.

Dimensi Spiritual terdiri dari tiga prinsip, yaitu:

1. 1. Wijaya: tenang, sabar, bijaksana;
2. 2. Masihi Samasta Bhuwana: mencintai alam semesta; dan
3. 3. Prasaja: hidup sederhana.

Dimensi Moral terdiri dari enam prinsip, yaitu:

1. 4. Mantriwira: berani membela dan menegakkan kebenaran dan keadilan;
2. 5. SarJawa Upasama: rendah hati;
3. 6. Tan Satrsna: tidak pilih kasih;
4. 7. Sumantri: tegas, jujur, bersih, berwibawa;
5. 8. Sih Samasta Bhuwana: dicintai segenap lapisan masyarakat dan mencintai rakyat;
6. 9. Nagara Gineng Pratijna: mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi, golongan, dan keluarga.

Dimensi Manajerial terdiri dari sembilan prinsip, yaitu:

1. 10. Natangguan: Mendapat dan menjaga kepercayaan dari masyarakat;
2. 11. Satya Bhakti Prabhu: loyal dan setia kepada nusa dan bangsa;
3. 12. Wagmiwag: pandai bicara dengan sopan;
4. 13. Wicaksaneng Naya: pandai diplomasi, strategi, dan siasat;
5. 14. Dhirotsaha: rajin dan tekun bekerja dan mengabdi untuk kepentingan umum;
6. 15. Dibyacitta: lapang dada dan bersedia menerima pendapat orang lain;
7. 16. Nayaken Musuh: menguasai musuh dari dalam dan dari luar;
8. 17. Ambek Paramartha: pandai menentukan prioritas yang penting;
9. 18. Waspada Purwartha: selalu waspada dan introspeksi untuk melakukan perbaikan.

Prinsip-prinsip tersebut dijadikan sebagai sumber dari filsafat dan way of life yang diyakininya, dan mencerminkan spiritualitas Jawa yang bersifat holistic spirituality, yang memberikan inspirasi pandangan hidup pada Gadjah Mada.

Kenapa Orang Sunda Tidak Mau dibilang Jawa ?

Ketika saya bepergian keluar negara dari Indonesia, atau bahkan pergi keluar pulau Jawa seperti ke Bali, Sumatera atau Kalimantan, orang akan memanggil saya sebagai orang Jawa. Itu dikarenakan memiliki KTP Bandung yang memang terletak di Pulau Jawa,

Padahal, bagi masyarakat di pulau Jawa bagian Barat atau lebih dikenal dengan propinsi Jawa Barat, mereka tidak bisa disebut sebagai ‘orang Jawa’ atau berasal dari ‘suku Jawa’. Penduduk di provinsi ini lebih dikenal dengan sebutan ‘orang Sunda’ atau ‘suku Sunda’, sementara daerahnya sering terkenal dengan sebutan ‘Tatar Sunda’, PaSundan, atau ‘Bumi Parahyangan’ dengan Bandung sebagai pusatnya.

Kultur Budaya

Suku Sunda atau masyarakat Sunda merupakan mayoritas penduduk Jawa Barat. Dalam catatan sejarah, pada tahun 1851 suku Sunda sudah merupakan penduduk terbesar di Jawa Barat yang berjumlah 786.000 jiwa. Pada tahun 2008, suku Sunda diperkirakan berjumlah lebih kurang 34 juta jiwa.

Secara fisik sulit dibedakan antara orang Sunda dan orang Jawa yang sama-sama mendiami Pulau Jawa. Perbedaan yang nampak sebagai penduduk Pulau Jawa, akan tampak jelas ditinjau dari segi kebudayaannya, termasuk bahasa, jenis makanan yang disukai dan kesenian yang dimiliki.

Berbeda dengan ‘suku Jawa’ yang mayoritas hidup di daerah Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur, suku Sunda tidak menggunakan bahasa Jawa tetapi bahasa ‘Sunda’.

Bahasa Jawa dan bahasa Sunda jelas memiliki perbedaan yang signifikan. Selain memang mempunyai perbedaan ejaan, pengucapan dan arti, bahasa Jawa lebih dominant dengan penggunaan vocal ‘O’ diakhir sebuah kata baik itu dalam pemberian nama orang atau nama tempat, seperti Sukarno, Suharto, Yudhoyono, Purwokerto, Solo dan Ponorogo. Sementara bahasa Sunda lebih dominant berakhiran huruf ‘A’ seperti Nana Sutresna, Wiranata, Iskandar Dinata, Purwakarta dan Majalaya.

Bagi masyarakat Indonesia pada umumnya, suku Sunda dikenal sebagai masyarakat yang senang memakan sayuran atau daun-daunan sebagai ‘lalaban’ (sayuran yang dimakan mentah-mentah dengan sambal). Bagi orang Sunda, dedaunan dan sambal merupakan salah satu menu utama setiap makan selain tentunya lauk pauk lain seperti ikan dan daging.

Selain kebudayaan dan makanan, salah satu karakteristik orang Sunda adalah terkenal dengan karakternya yang lembut, tidak ngotot dan tidak keras. Mereka bersikap baik terhadap kaum pendatang atau dalam bahasa Sunda ‘someaah hade ka semah’.

Karena sifat inilah tak heran kalau penetrasi agama Islam ke daerah Sunda ketika pertama kali Islam datang, sangat mudah diterima oleh suku ini. Sebagaimana mayoritas penduduk Indonesia, Islam merupakan agama mayoritas orang Sunda. Yang membedakannya, kelekatan (attachment) orang Sunda terhadap Islam dipandang lebih kuat dibanding dengan orang Jawa pada umumnya. Meskipun tentunya tidak sekuat orang Madura dan Bugis di Makassar.

Karena karakternya yang lembut banyak orang berasumsi bahwa orang Sunda ‘kurang fight’, kurang berambisi dalam menggapai jabatan. Mereka mempunyai sifat ‘mengalah’ daripada harus bersaing dalam memperebutkan suatu jabatan. Tidak heran kalau dalam sejarah Indonesia, kurang sekali tokoh-tokoh Sunda yang menjadi pemimpin di tingkat Nasional dibandingkan dengan Orang Jawa.

Contohnya, tidak ada satupun presiden Indonesia yang berasal dari suku Sunda, bahkan dari sembilan orang wakil presiden yang pernah menjabat sejak zaman Presiden pertama Soekarno sampai sekarang Presiden Yudhoyono, hanya seorang yang berasal dari suku Sunda yaitu Umar Wirahadikusuma yang pernah menjabat sebagai wakil presiden di zaman Presiden Soeharto.

Bila dilihat dari unsur sosial dan budaya seperti tersebut di atas, orang dari tatar Sunda memang tidak sama dengan Jawa, sehingga dengan demikian walaupun tinggal di satu pulau, tetap saja tidak bisa disamakan. Namun nampaknya faktor alam yang “lohjinawi” itulah yang membentuk karakter dan kepribadian seperti itu, sehingga membentuk kultur budaya dan perilaku yang membedakan dengan orang Jawa.


Perang Bubat

Adalah perang yang kemungkinan pernah terjadi pada masa pemerintahan raja Majapahit, Hayam Wuruk dengan Mahapatih Gadjah Mada. Persitiwa ini melibatkan Mahapatih Gadjah Mada dengan Prabu Maharaja Linggabuana dari Kerajaan Sunda diPesanggrahan Bubat pada abad ke-14 di sekitar tahun 1360 M.

Peristiwa Perang Bubat diawali dari niat Prabu Hayam Wuruk yang ingin memperistri putri Dyah Pitaloka Citraresmi dari Negeri Sunda. Konon ketertarikan Hayam Wuruk terhadap putri tersebut karena beredarnya lukisan sang putri di Majapahit; yang dilukis secara diam-diam oleh seorang seniman pada masa itu, bernama Sungging Prabangkara.

Namun catatan sejarah Pajajaran yang ditulis Saleh Danasasmita dan Naskah Perang Bubat yang ditulis Yoseph Iskandar menyebutkan bahwa niat pernikahan itu adalah untuk mempererat tali persaudaraan yang telah lama putus antara Majapahit dan Sunda. Raden Wijaya yang menjadi pendiri kerajaan Majapahit, dianggap keturunan Sunda dari Dyah Lembu Tal dan suaminya yaitu Rakeyan Jayadarma, raja kerajaan Sunda. Hal ini juga tercatat dalam Pustaka Rajyatajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 3. Dalam Babad Tanah Jawi, Raden Wijaya disebut pula dengan nama Jaka Susuruh dari Pajajaran.

Hayam Wuruk memutuskan untuk memperistri Dyah Pitaloka. Atas restu dari keluarga kerajaan, Hayam Wuruk mengirimkan surat kehormatan kepada Maharaja Linggabuana untuk melamarnya. Upacara pernikahan dilangsungkan di Majapahit. Pihak dewan kerajaan Negeri Sunda sendiri sebenarnya keberatan, terutama Mangkubuminya yaitu Hyang Bunisora Suradipati. Ini karena menurut adat yang berlaku di Nusantara pada saat itu, tidak lazim pihak pengantin perempuan datang kepada pihak pengantin lelaki. Selain itu ada dugaan bahwa hal tersebut adalah jebakan diplomatik Majapahit yang saat itu sedang melebarkan kekuasaannya.

Linggabuana memutuskan untuk tetap berangkat ke Majapahit, karena rasa persaudaraan yang sudah ada dari garis leluhur dua negara tersebut. Berangkatlah Linggabuana bersama rombongan Sunda ke Majapahit, dan diterima serta ditempatkan di Pesanggrahan Bubat.

Melihat Raja Sunda datang ke Bubat beserta permaisuri dan putri Dyah Pitaloka dengan diiringi sedikit prajurit, maka timbul niat lain dari Mahapatih Gadjah Mada yaitu untuk menguasai Kerajaan Sunda, sebab untuk memenuhi Sumpah Palapa yang dibuatnya tersebut, maka dari seluruh kerajaan di Nusantara yang sudah ditaklukkan hanya kerajaan Sundalah yang belum dikuasai Majapahit. Dengan maksud tersebut dibuatlah alasan oleh Gadjah Mada yang menganggap bahwa kedatangan rombongan Sunda di Pesanggrahan Bubat sebagai bentuk penyerahan diri Kerajaan Sunda kepada Majapahit, sesuai dengan Sumpah Palapa yang pernah ia ucapkan pada masa sebelum Hayam Wuruk naik tahta. Ia mendesak Hayam Wuruk untuk menerima Dyah Pitaloka bukan sebagai pengantin, tetapi sebagai tanda takluk Negeri Sunda dan mengakui superioritas Majapahit atas Sunda di Nusantara. Hayam Wuruk sendiri menurut Kidung Sundayana disebutkan bimbang atas permasalah tersebut, karena Gadjah Mada adalah Mahapatih yang diandalkan Majapahit pada saat itu.

Kemudian terjadi insiden perselisihan antara utusan Linggabuana dengan Gadjah Mada. Perselisihan ini diakhiri dengan dimaki-makinya Gadjah Mada oleh utusan Negeri Sunda yang terkejut bahwa kedatangan mereka hanya untuk memberikan tanda takluk dan mengakui superioritas Majapahit, bukan karena undangan sebelumnya. Namun Gadjah Mada tetap dalam posisi semula.

Belum lagi Hayam Wuruk memberikan putusannya, Gadjah Mada sudah mengerahkan pasukannya (Bhayangkara) ke Pesanggrahan Bubat dan mengancam Linggabuana untuk mengakui superioritas Majapahit. Demi mempertahankan kehormatan sebagai ksatria Sunda, Linggabuana menolak tekanan itu. Terjadilah peperangan yang tidak seimbang antara Gadjah Mada dengan pasukannya yang berjumlah besar, melawan Linggabuana dengan pasukan pengawal kerajaan (Balamati) yang berjumlah kecil serta para pejabat dan menteri kerajaan yang ikut dalam kunjungan itu. Peristiwa itu berakhir dengan gugurnya Linggabuana, para menteri dan pejabat kerajaan Sunda, serta putri Dyah Pitaloka.

Hayam Wuruk menyesalkan tindakan ini dan mengirimkan utusan (darmadyaksa) dari Bali – yang saat itu berada di Majapahit untuk menyaksikan pernikahan antara Hayam Wuruk dan Dyah Pitaloka – untuk menyampaikan permohonan maaf kepada Mangkubumi Hyang Bunisora Suradipati yang menjadi pejabat sementara raja Negeri Sunda, serta menyampaikan bahwa semua peristiwa ini akan dimuat dalam Kidung Sunda atau Kidung Sundayana (di Bali dikenal sebagai Geguritan Sunda) agar diambil hikmahnya.

Akibat peristiwa Bubat ini, dikatakan dalam catatan tersebut bahwa hubungan Hayam Wuruk dengan Gadjah Mada menjadi renggang. Gadjah Mada sendiri tetap menjabat Mahapatih sampai wafatnya (1364). Akibat peristiwa ini pula, di kalangan kerabat Negeri Sunda diberlakukan peraturan esti larangan ti kaluaran, yang isinya diantaranya tidak boleh menikah dari luar lingkungan kerabat Sunda, atau sebagian lagi mengatakan tidak boleh menikah dengan pihak timur negeri Sunda (Majapahit).

Dengan demikian nampaknya kejadian seperti tersebut di atas telah membuat orang dari tatar Sunda, tidak menerima kebijakan politik dari Gadjah Mada tersebut, walau tujuannya untuk mempersatukan kerajaan-kerajaan di Nusantara itu, namun caranya seperti itu ‘tidak elegant’ dan telah melukai harkat martabat dan harga diri orang Sunda, sehingga sampai kini di wilayah tatar Sunda itu tidak ada nama Jalan Gadjah Mada atau Hayam Wuruk.

Nah…., bila kembali kepada pertanyaan di atas:”Kenapa Orang Dari Tatar Sunda Tidak Ada yang Jadi Presiden?“ nampaknya memang kalau mau jadi Pemimpin Negeri di negeri ini, harus berani seperti Gadjah Mada tersebut, sehingga wajar saja saat ini Partai-Partai / Golongan Politik itu tidak lebihnya seperti “reinkarnasi” dari jaman kerajaan Majapahit,kawan dapat menjadi lawan demi kekuasaaan !

Namun bukan berarti orang Sunda itu tidak bisa jadi pemimpin, akan tetapi kebanyakan dari mereka tidak bisa menerima norma-norma bila harus seperti Gadjah Mada itu yang cenderung ‘licik’ dan ‘menghalalkan segala cara’ demi kekuasan. Hal itulah rupanya yang membuat orang dari tatar Sunda tidak tertarik untuk menjadi pemimpin di negeri ini karena tidak sesuai dengan tabiat dan norma-norma kehidupannya.

Adapun selama ini orang dari tatar Sunda itu cocoknya hanya jadi pemimpin untuk di daerahnya sendiri, walau sebenarnya menurut sejarah tersebut di atas, kerajaan Sunda Padjadjaran adalah Kerajaan Besar yang memliki ‘Komara’ dan‘Wibawa’ dan satu-satunya kerajaan yang tidak terkalahkan oleh Majapahit !

Akan tetapi rupanya hal itu pada saat ini sudah tidak menjadi keharusan lagi, karena sekarang Partai Politiklah yang menentukan untuk menjadi Pemimpin. Hal ini nampaknya pengaruh unsur politik lebih dominan dalam kehidupan masyarakatnya sehingga norma-norma Budaya Sunda itu terkalahkan oleh kepentingan politik dan kekuasaan.

Namun bagaimanapun seharusnya “Bangsa yang baik itu adalah bangsa yang menghargai Sejarah dan Budayanya”, sehingga dengan demikian nilai-nilai luhur kultur budaya tersebut tidak hilang ditelan jaman, dan tentunya hal itu tidak bisa hanya dijadikan slogan “nyandang kahayang” namun harus dapat diwujudkannya menjadi kenyataan, sehingga“dina budaya urang napak, tina budaya urang ngapak” dapat tercapai !

Semoga hal ini dapat menjadi pemacu semangat generasi muda selanjutnya untuk “BANGKIT” kembali dan tidak terbuai oleh jebakan politik yang cenderung menghalalkan segala cara. SEMOGA…!

Ditulis oleh Urang Wado, (Ir.H.Surahman,M.Tech,M.Eng,MBA)

source from here

Tuesday, January 31, 2012

Isi Maklumat Dari Wakil Rakyat


Disampaikan kepada seluruh rakyat Indonesia di manapun berada. Bahwa sehubungan dengan pemberitaan yang terus menerus memojokkan Kami sebagai Wakil Rakyat Indonesia, maka diberitahukan bahwa Kami Wakil Rakyat sesungguhnya telah menjalankan Amanah Kami dengan sebaik-baiknya dalam mewakili Rakyat Indonesia; sebagai berikut :

1. Rakyat Indonesia mau Kaya, sudah Kami Wakili.

2. Rakyat Indonesia mau Mobil Mewah, sudah Kami Wakili.

3. Rakyat Indonesia mau Rumah Mewah, sudah Kami Wakili.

4. Rakyat Indonesia mau Gaji Besar/Gede, sudah Kami Wakili.

5. Rakyat Indonesia mau Pelesir ke Luar Negeri, sudah Kami Wakili.

6. Rakyat Indonesia mau Bekerja di Gedung Besar dan Mewah, akan Kami Wakili.

7. Rakyat Indonesia mau Duduk di Kursi Mewah, akan Kami Wakili.

8. Rakyat Indonesia mau WC dan Kamar Mandi Mewah, juga akan Kami Wakili.

9. Termasuk jika Rakyat Indonesia mau Main Wanita, sudah Kami Wakili.

10. Demikian juga, jika Rakyat Indonesia mau Tidur Nyenyak di Ruangan ber AC, sudah Kami Wakili.

Jadi, semua kemauan Rakyat Indonesia, sudah dan akan Kami Wakili. Maka Wakil Rakyat menghimbau agar Rakyat Indonesia dapat tetap tenang dan melanjutkan aktivitas seperti biasanya.

Terima kasih,



source from : http://duniamaya999.wordpress.com
http://nagapasha.blogspot.com

Wednesday, January 18, 2012

TAHUN 2012 PAJAK KENDARAAN BERMOTOR NAIK

Sudah bukan rahasia umum bahwa pemasukan negara terhadap pajak kendaraan bermotor sangat besar bisa mencapai triliunan rupiah. Mulai dari kendaraan baru, perpanjangan STNK, pajak tahunan dsb.

Pajak kendaraan bermotor dipastikan akan ada penyesuaian tarif mulai tanggal 1 Januari 2012, hal itu atas dasar mulai diberlakukannya Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2011, tentang Pajak Daerah.

Penyesuaian tarif ini dikatakan, Drs. H Bambang Heryanti MSI, Kepala Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Barat, untuk kendaraan bermotor pribadi kepemilikan pertama naik sebesar 1.75 persen, angkutan umum naik 1 persen dan tarif pajak kendaraan bermotor alat berat dan alat-alat besar mengalami kenaikan 0.2 persen dari nilai jual kendaraan bermotor.

Sementara untuk kepemilikan kendaraan bermotor pribadi kedua dan seterusnya berdasarkan atas nama dan alamat yang sama ditetapkan secara progresif seperti PKB Kepemilikan kedua sebesar 2.25 persen, ketiga 2.75 persen, Keempat 3.35 persen dan kelima 3.75 persen.

Sedangkan untuk kendaraan bermotor pemerintah, pemda, tni dan polri, ambulans, pemadam kebakaran, sosial keagamaan, lembaga sosial dan keagamaan sebesar 0.5 persen.

Makanya jangan KAGET kalo bayar pajak motor pasti naik apalagi yang punya motornya lebih dari satu ...

referensi ::; sumedangonline.com
http://nagapasha.blogspot.com

Tuesday, December 27, 2011

Tips Menghadapi Tilang POLISI



Menghadapi tilang POLISI sebenarnya bukan hal yang sulit, tetapi karena imej yang di bangun polisi ketika menilang emang selalu serem. Menyapanya aja udah serem tuh polisi ....jadi emang buat kita keder dan merasa tidak di"orang" kan...sebagaimanapun kita hati-hati toh lama-lama pasti juga kena apes entah sengaja atau tidak kita bisa melakukan pelanggaran lalu lintas, salah jalur , ga bawa sim dan lain-lain. Intinya sih tiada ampun buat pelanggar lalu lintas atau dengan kata lain hukum tidak mengenal humanisme, khilaf, sengaja atau tidak sengaja kecuali ente punya sodara polisi, itu lain perkara.

Nah berikut ada tips bagaimana caranya menghadapi tilang polisi :

1. Ikut aja kalau di suruh ke pos

2. Tanyakan dengan jelas apa pelanggaran anda ( jangan terprovokasi dengan polisi yang selalu bicara galak, ketus dan sok penting, maklumlah mereka selalu dilapangan dan kepanasan serta tidak mendapat didikan bahwa atasan mereka adalah rakyat,bahwa gaji mereka dari pajak dll, mangkanya kalem aja deh gak usah ngelawan, percuma gak bakal menang lawan polisi mah...)

3. Tanyakan denda tilang anda. UU lalu lintas sekarang memungkinkan polisi memberlakukan denda tilang yang muahaaaal... bisa sampe sejuta, gak perlu kaget dan shock.

4. Lakukan negoisasi tawar menawar, kalopun kita meminta surat tilang bukan berarti kita membantu negara lho, toh oleh negara juga ntar dikorup ma jendral2nya, hakim , jaksa pejabat negeri ini....jadi lebih baik ngasih duit ke polisinya walaupun mereka nyebelin dan sok jago tapi mereka sebenarnya masyarakat kelas menengah kebawah juga kan..

5. Kalopun anda ga ingin "damai" dengan polisi maka anda boleh meminta form biru, TAPI form biru adalah bencana , update UU lalin terbaru form biru dendanya 500 ribu kelebihannya ga pake sidang cuma bayar di BRI. Biasanya polisi ngasih form merah, alias sidang, dendanya bisa lebih murah..cuma ribet jadi sebisa mungkin titip aja ma polisi ..n jangan lupa nawar. NAh disini udah selesai..ketika ada kesepakatan

6. Kalopun anda tetep gak cocok ma tu polisi galak soal nego-nego tadi, misalnya si polisi mintanya kelewatan, misalnya diatas 50 ribu, yaudah , minta aja form merah, (tapi kasian polisinya ga dapet duit)

7. Negosiasi tentu memerlukan posisi tawar, polisi tahu persis posisi tawar mereka, yaitu sidang, (form merah), standar dialog yang dilatih polisi adalah, silahkan anda ikut sidang bla-bla...terus nulis di form merah.. baca baik2 sebelum anda tanda tangan.

8. Bersukurlah kalo polisi mau buka harga di bawah 50 ribu karena kalo sidang biasanya emang segituan , kalo polisi minta lebih ya udah sidang aja..

9. form biru sekarang emang mahal , jangan coba2 minta form biru, mending sidang..tapi duitnya masuk koruptor negeri ini, tinggal pilih, sidang dengan denda lebih besar, ribet dan uang masuk rekening jendral atau damai ngasih polisi pangkat rendah tapi nyebelin .... up to u lah.., kalo aku sih lebih baik ngasih polisi pangkat rendah sambil mendoakan semoga mereka diampuni dosa-dosanya dan dikasih pencerahan tentang hukum substansial yang lebih humanis..

10. Cobalah anda berpikir sebagai polisi, jangan minta polisi berpikir sebagai anda ( gak nyampe otak polisi2 itu) , sebagai polisi disatu sisi ingin menegakkan hukum, tapi juga ingin membantu anda dengan denda kecil tetapi juga dapet uang buat keluarga mereka, alias sama-sama untung. Apalagi ada gosip polisi harus ngejar setoran ke atasan, kasian kan...mangkanya mending damai aja deh.. hukum yang humanis lebih baik dari pada hukum kaku yang ujung-ujungnya di korup juga..tinggal bagaimana kita mensiasatinya. Hukum adalah kontrak sosial yang disepakati untuk kesejahteraan rakyat bukan sebaliknya.


Dan ini Video - Tawar Menawar Tilang Polisi



referensi artikel http://makelarz.blogspot.com
by http://nagapasha.blogspot.com

Thursday, December 22, 2011

Sejarahnya Hari Ibu di Indonesia

Hari Ibu di Indonesia diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu, memuji keibuan para ibu. Berbagai kegiatan pada peringatan itu merupakan kado istimewa, penyuntingan bunga, pesta kejutan bagi para ibu, aneka lomba masak dan berkebaya, atau membebaskan para ibu dari beban kegiatan domestik sehari-hari.

Sejarah Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta, di gedung Dalem Jayadipuran yang sekarang berfungsi sebagai kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional dan beralamatkan di Jl. Brigjen Katamso. Kongres dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

Organisasi perempuan sendiri sudah ada sejak 1912, diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti Martha Christina Tiahahu, Cut Nyak Dhien, Tjoet Nyak Meutia, R.A. Kartini, Maria Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan, dan lain-lain.

Peristiwa itu dianggap sebagai salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia. Pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah se-Nusantara berkumpul menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. Berbagai isu yang saat itu dipikirkan untuk digarap adalah persatuan perempuan Nusantara, pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan, pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa, perdagangan anak-anak dan kaum perempuan, perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita, pernikahan usia dini bagi perempuan, dan sebagainya. Tanpa diwarnai gembar-gembor kesetaraan gender, para pejuang perempuan itu melakukan pemikiran kritis dan aneka upaya yang amat penting bagi kemajuan bangsa.

Penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938.Peringatan 25 tahun Hari Ibu pada tahun 1953 dirayakan meriah di tak kurang dari 85 kota Indonesia, mulai dari Meulaboh sampai Ternate.

Presiden Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga kini.



source from http://id.wikipedia.org
by http://nagapasha.blogspot.com

Sunday, December 4, 2011

10 Bahasa Yang Paling Banyak Digunakan di Dunia

Terdapat 10 bahasa terbesar di dunia yang paling banyak ditututkan oleh umat manusia di belahan bumi ini. Saat ini mungkin katalog bahasa terlengkap adalah katalog yang dikeluarkan oleh Organisasi Ethnologue. Dalam edisi ke-16 versi elektronis Ethnologue : Languages of the World, ada setidaknya 6.909 bahasa yang masih dibicarakan saat ini.

Menurut Ethnologue, saat ini ada sekitar 6.912 bahasa yang dituturkan orang di seluruh dunia. Jumlah ini tentu saja masih diragukan keakuratannya karena tiap hari ada bahasa baru yang mungkin muncul, sebaliknya ada pula bahasa yang punah. Bahasa Indonesia masuk dalam 10 besar bahasa yang memiliki jumlah penutur terbanyak di dunia.

Dan Inilah 10 Bahasa Yang Paling Banyak Digunakan di Dunia

1. Bahasa Mandarin

Bahasa Mandarin adalah dialek Bahasa Tionghoa yang dituturkan di sepanjang utara dan barat daya Republik Rakyat Cina. Kata “Mandarin”, dalam bahasa Inggris (dan mungkin juga Indonesia), digunakan untuk menerjemahkan beberapa istilah Cina yang berbeda yang merujuk kepada kategori-kategori bahasa Cina lisan. Dalam pengertian yang sempit, Mandarin berarti Putonghua dan Guoyu yang merupakan dua bahasa standar yang hampir sama yang didasarkan pada bahasa lisan Beifanghua*.



2. Bahasa Inggris

Bahasa Inggris adalah sebuah bahasa yang berasal dari Inggris, merupakan bahasa utama di Britania Raya (termasuk Inggris), Amerika Serikat, serta banyak negara lainnya, dan termasuk rumpun bahasa Jermanik Barat.

Bahasa ini berawal dari kombinasi antara beberapa bahasa lokal yang dipakai oleh orang-orang Norwegia, Denmark, dan Anglo-Saxon dari abad ke-6 sampai 10. Lalu pada tahun 1066 dengan ditaklukkan Inggris oleh William the Conqueror, sang penakluk dari Normandia, Perancis Utara, maka bahasa Inggris dengan sangat intensif mulai dipengaruhi bahasa Latin dan bahasa Perancis.



3. Bahasa Hindi

Bahasa Hindi adalah bahasa resmi di India selain Bahasa Inggris, dan bahasa ini merupakan salah satu bahasa dengan jumlah penutur terbanyak di dunia setelah Bahasa Tionghoa dan Bahasa Inggris.

Bahasa ini merupakan saudara kembar Bahasa Urdu. Bahasa Hindi menjadi bahasa nasional India selain Bahasa Inggris. Disamping itu menjadi bahasa resmi di negara bagian Himachal Pradesh, Delhi, Haryana, Uttar Pradesh, Chandigarh, Bihar, Madhya Pradesh dan Rajashtan. Disamping itu, juga dipakai luas di kota Bombai dan Hyderabad. Sekitar 180 juta orang India menganggap bahasa Hindi sebagai bahasa ibunya, sedangkan 300 juta lainnya menggunakannya sebagai bahasa kedua atau kesekian.



4. Bahasa Spanyol

Bahasa Spanyol adalah suatu bahasa Iberia-Roman, dan bahasa keempat yang paling banyak digunakan di dunia. Bahasa Spanyol merupakan bahasa pertama bagi sekitar 500 juta orang di dunia, atau bagi 600 juta orang jika termasuk non-penutur asli (menurut perkiraan pada tahun 1999). Mayoritas penutur bahasa Spanyol kebanyakan di Amerika Latin.



5. Bahasa Rusia

Bahasa Rusia merupakan bahasa terbesar ke-5 dari segi jumlah penuturnya, (setelah bahasa Mandarin, Inggris, Spanyol dan Hindi), dan merupakan bahasa resmi Perserikatan Bangsa Bangsa (selain bahasa Arab, Prancis, Mandarin, Inggris dan Spanyol), dengan jumlah penutur sebanyak 278 juta jiwa, bahasa Rusia dituturkan secara luas di 17 negara di 2 benua dan menempati peringkat ke 5 terbesar setelah bahasa Mandarin, Inggris, Hindi dan Spanyol.



6. Bahasa Arab

Bahasa Arab adalah salah satu bahasa Semitik Tengah, yang termasuk dalam rumpun bahasa Semitik dan berkerabat dengan bahasa Ibrani dan bahasa-bahasa Neo Arami. Bahasa Arab memiliki lebih banyak penutur daripada bahasa-bahasa lainnya dalam rumpun bahasa Semitik. Ia dituturkan oleh lebih dari 280 juta orang sebagai bahasa pertama, yang mana sebagian besar tinggal di Timur Tengah dan Afrika Utara.



7. Bahasa Bengali

Bahasa Bengali adalah anak cabang dari Bahasa Indo-Arya. Bahasa ini merupakan salah satu bahasa dengan jumlah penutur terbanyak di dunia, dengan penutur lebih dari 200 juta jiwa yang masing-masing berada di Bangladesh (sekitar 120 juta), India (±70 juta). Di India, Bahasa Bengali dituturkan di negara bagian Bengala Barat, Assam, Tripura hingga Manipur, di samping penutur yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Bahasa Bengali dibagi menjadi dua dialek sosial yakni, yang disebut sebagai Shadhu Bhasa (yakni bahasa standar)yang didasarkan pada dialek kota Kolkata, sedangkan Cholit Bhasa adalah bahasa non-standar yang tergantung pada wilayah tutur Bahasa itu sendiri. Di Bangladesh, bahasa Bengali didasarkan pada dialek yang dipakai di kota Dhaka.



8. Bahasa Portugis

Bahasa Portugis adalah sebuah bahasa Roman yang banyak dituturkan di Portugal, Brasil, Angola, Mozambik, Tanjung Verde, dan Timor Leste. Banyak ahli bahasa yang menganggap bahasa Galisia, bahasa daerah di Galisia, Spanyol, sebenarnya adalah sejenis Portugis yang telah dipengaruhi dengan kuat oleh bahasa Spanyol. Dengan lebih dari 200 juta penutur asli,

Portugis adalah salah satu bahasa yang dituturkan secara luas di dunia dan merupakan bahasa yang paling banyak dituturkan kelima atau keenam di dunia. Bahasa Portugis menjadi bahasa yang paling banyak digunakan di Amerika Selatan karena Brasil, dengan 184 juta penduduknya, membentuk sekitar 51% dari seluruh populasi Amerika Selatan. Bahasa Portugis menyebar ke penjuru dunia pada abad ke-15 dan abad ke-16 saat Portugal menciptakan kerajaan kolonial dan perdagangan pertama dan yang terlama di dunia pada zaman modern (1415–1975), dari Brasil di Amerika hingga Makau di Tiongkok. Hasilnya, bahasa Portugis kini adalah bahasa resmi di beberapa negara dan dituturkan atau dipelajari secara luas sebagai bahasa kedua di banyak negara lainnya. Hingga kini masih terdapat lebih dari 20 macam dialek Portugis. Portugis adalah bahasa minoritas yang penting di Andorra, Luxemburg dan Namibia. Komunitas imigran berbahasa Portugis yang besar terdapat di banyak kota di seluruh dunia, termasuk Paris di Perancis dan Boston, New Bedford (di Massachusetts), Cape Cod, dan Newark (di New Jersey) di Amerika Serikat. Portugis akrab dipanggil A língua de Camões (“Bahasa Camões”, dinamakan menurut Luís de Camões, pengarang Os Lusíadas); A última flor do Lácio (“Bunga terakhir Latium”).



9. Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Di Timor Leste, bahasa Indonesia berstatus sebagai bahasa kerja. Dari sudut pandang linguistik, bahasa Indonesia adalah salah satu dari banyak ragam bahasa Melayu. Dasar yang dipakai adalah bahasa Melayu Riau (wilayah Kepulauan Riau sekarang)[4] dari abad ke-19.



Bahasa Indonesia menduduki peringkat 3 di Asia dan peringkat ke 26 di dunia dalam hal Tata bahasa terumit di dunia. Bahasa Indonesia juga mendunia di dunia maya, wikipedia berbahasa Indonesia telah menduduki peringkat 26 dari 250 wikipedia berbahasa asing di dunia dan peringkat 3 di Asia setelah bahasa Jepang dan Mandarin, selain itu bahasa Indonesia menjadi bahasa ke 3 yang paling banyak digunakan dalam postingan blog di wordpress. Bahasa Jawa menduduki posisi ke-11 bahasa yang terbanyak digunakan dengan jumlah penutur sekitar 84,6 juta orang. Bahasa Sunda menduduki posisi ke-31 dengan jumlah penutur sekitar 34 juta orang. Bahasa Indonesia sendiri menduduki posisi ke-41 dengan jumlah 23,2 juta orang (menurut sensus tahun 2000). Jumlah yang terdata ini bisa menjadi perdebatan, tetapi data inilah yang tercatat dalam Ethnologue

10. Bahasa Perancis

Bahasa Perancis (le français, la langue française) adalah salah satu bahasa paling penting dari kelompok bahasa Roman setelah bahasa Spanyol dan bahasa Portugis. Bahasa Perancis merupakan bahasa yang paling banyak dituturkan ke-11 di dunia. Hingga tahun 1999, bahasa ini dituturkan oleh lebih dari 77 juta penduduk di dunia sebagai bahasa ibu dan oleh 128 juta jiwa lainnya sebagai bahasa kedua.

Bahasa Perancis juga dipakai sebagai bahasa resmi atau bahasa pemerintahan oleh beberapa komunitas dan organisasi, seperti Uni Eropa, IOC, PBB, dan FIFA.




sumber : Ethnologue: Languages of the World & Wikipedia.org.
http://nagapasha.blogspot.com