Friday, October 1, 2010

Siapakah Kerajaan Tertua Di Indonesia ?

Kebanyakan masyarakat indonesia beranggapan bahwa Kutai sebagai Kerajaan tertua di Indonesia.ini merambah ke buku-buku resmi yang seharusnya didasarkan pada riset dan survey yang serius. Dalam buku-buku sejarah ataupun buku-buku pintar yang banyak beredar di pasaran.

Rujukan



Salah satunya data di Buku Salasilah Kutai terbitan Bagian Humas Pemerintah Daerah Tingkat II Kutai (1979) yang naskahnya berasal dari buku De Kroniek van Koetei karangan C.A. Mees (1935). Sementara buku C.A. Mees sendiri bersumber dari naskah kuno dalam tulisan huruf Arab karya Tuan Chatib Muhammad Tahir pada 21 Dzulhijjah 1285 Hijriah.


Kerajaan Kutai Kertanegara sendiri baru berdiri pada awal abad ke-13. Kerajaan baru di Tepian Batu atau Kutai Lama ini raja pertamanya, Aji Batara Agung Dewa Sakti (1300-1325).

Dengan adanya dua kerajaan di kawasan Sungai Mahakam ini tentunya menimbulkan friksi diantara keduanya. Pada awal abad ke-16 terjadilah peperangan besar diantara kedua kerajaan Kutai ini. Kerajaan Kutai Martadipura berakhir saat raja terakhirnya yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa.

Kembali ke pertanyaan awal, sebenarnya kerajaan apa yang layak disebut kerajaan tertua di Indonesia atau Nusantara. Tercatat ada sebuah kerajaan yang memiliki peninggalan tertulis cukup tua, yaitu kerajaan Tarumanegara.

Tarumanagara atau Taruma adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah yang sekarang menjadi provinsi Banten, Jawa Barat dan Jakarta pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M.

Bukti-bukti tentang kerajaan ini tersebar luas di daerah banten, tapi sumber utama bukti keberadaan Taruma adalah 7 prasasti yang ditemukan di jawa barat

Rujukan




Tujuh prasasti tersebut adalah: 1. Prasasti Kebon Kopi, dibuat sekitar 400 M (H Kern 1917), ditemukan di perkebunan kopi milik Jonathan Rig, Ciampea, Bogor 2. Prasasti Tugu, ditemukan di Kampung Batutumbu, Desa Tugu, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, sekarang disimpan di museum di Jakarta. Prasasti tersebut isinya menerangkan penggalian Sungai Candrabaga oleh Rajadirajaguru dan penggalian Sungai Gomati oleh Purnawarman pada tahun ke-22 masa pemerintahannya.Penggalian sungai tersebut merupakan gagasan untuk menghindari bencana alam berupa banjir yang sering terjadi pada masa pemerintahan Purnawarman, dan kekeringan yang terjadi pada musim kemarau. 3. Prasasti Cidanghiyang atau Prasasti Munjul, ditemukan di aliran Sungai Cidanghiang yang mengalir di Desa Lebak, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Banten, berisi pujian kepada Raja Purnawarman. 4. Prasasti Ciaruteun, Ciampea, Bogor. 5. Prasasti Muara Cianten, Ciampea, Bogor 6. Prasasti Jambu, Nanggung, Bogor . 7. Prasasti Pasir Awi, Citeureup, Bogor.


Dari prasasti-prasasti ini diketahui bahwa Kerajaan Tarumanegara dibangun oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman tahun 358 M.

Kebudayaan Tarumanegara sudah tinggi, seperti tercantum dalam prasasti Tugu, yang menjelaskan tentang penggalian Sungai Candrabaga oleh Rajadirajaguru dan penggalian Sungai Gomati oleh Purnawarman pada tahun ke-22 masa pemerintahannya (tahun 417). Penggalian sungai tersebut merupakan gagasan raja-raja tarumanegara untuk menghindari bencana alam berupa banjir yang sering terjadi pada masa pemerintahan Purnawarman, dan kekeringan yang terjadi pada musim kemarau. Konsep ‘banjir kanal’ yang dianggap pemecahan masalah banjir di jakarta saat ini, ternyata sudah dipikirkan oleh raja-raja Tarumanegara.

Tapi apakah kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan tertua di Indonesia? Pertanyaan itu lagi-lagi tidak bisa langsung disetujui.

Pernahkah dengar Salakanagara? Dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (yang disusun sebuah panitia dengan ketuanya Pangeran Wangsakerta) dikisahkan bahwa Jayasinghawarman

Rujukan




Jayasingawarman adalah seorang Maharesi dari Salankayana ( wilayah otonami di kerajaan kuno ) di India yang mengungsi ke Nusantara karena daerahnya diserang dan ditaklukkan Maharaja Samudragupta dari Kerajaan Maurya. (berpusat di wilaah Patna, India) Di kemudian hari setelah Jayasinghawarman mendirikan Tarumanagara, pusat pemerintahan beralih dari Rajatapura (salakanagara) ke Tarumangara. Salakanagara kemudian berubah menjadi Kerajaan bagian dari Tarumanagara.


pendiri Tarumanagara adalah menantu Raja Dewawarman VIII, penguasa Salakanagara. Karena itu dianggap Salakanagara sudah ada sebelum Tarumanagara.

Kerajaan Salakanegara, berdasarkan Naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara

Rujukan





Naskah Wangsakerta adalah istilah yang merujuk pada sekumpulan naskah yang disusun oleh Pangeran Wangsakerta secara pribadi atau oleh "Panitia Wangsakerta". Menurut isi Pustaka Rajya Rajya i Bhumi Nusantara parwa (bagian) V sarga (jilid/naskah) 5 yang berupa daftar pustaka, setidaknya perpustakaan Kesultanan Cirebon mengoleksi 1703 judul naskah, yang 1213 di antaranya berupa karya Pangeran Wangsakerta beserta timnya. Naskah kontroversial ini kini tersimpan di Museum Sejarah Sunda "Sri Baduga" di Bandung. Dikatakan kontroversial karena beberapa sebab: terlalu historis, isinya tidak umum sebagaimana naskah-naskah sezaman (babad, kidung, tambo, hikayat). cocoknya isi naskah dengan karya-karya sarjana Barat (J.G. de Casparis, N.J. Krom, Eugene Dubois, dsb.), sehingga ada dugaan bahwa naskah ini disusun dengan merujuk pada karya para ahli tersebut. keadaan fisik naskah (kertas/daluang, tinta, bangunan aksara) menunjukkan naskah yang dijadikan rujukan merupakan salinan dan tulisannya kasar, tidak seperti naskah lama pada umumnya.


diperkirakan merupakan kerajaan paling awal yang ada di Nusantara. Konon, kota ini disebut Argyre

Rujukan




Dalam mitologi Yunani dan Romawi, Argyre adalah pulau mistis yang terbuat dari perak (penghasil perak) dan berada di kawasan timur. Nama itu berasal dari bahasa yunani, argyros (silver). Berdasar penelitian pada tulisan Ptolomeus, diperkirakan yang disebut Argyre adalah kerajaan kuno Salakanegara. Penduduknya kebanyakan bangsa Sunda kuno. (wikipedia.com)


oleh Ptolemeus

Rujukan





Ptolomeus dari Alexandria, Mesir adalah seorang filsuf yang menaruh perhatian khusus pada astronomi dan geografi. Karya besarnya adalah Almagest, karya astronomi yang diyakini kebenarannya lebih dari seribu tahun. Ia menyatakan bahwa bumi bulat dan merupakan pusat alam semesta.


dalam tahun 150, terletak di daerah Teluk Lada Pandeglang. Argyre digambarkan sebagai sebuah kerajaan kota (polis) yang merupakan tempat perdagangan dan pertanian yang makmur.

Tokoh awal yang berkuasa di sini adalah Aki Tirem. Raja pertama Salakanagara bernama Dewawarman yang berasal dari India. Ia mula-mula menjadi duta negaranya (India) di Pulau Jawa, kemudian menjadi menantu Aki Tirem atau Sang Aki Luhurmulya atau Angling dharma. Istrinya atau anak Aki Tirem bernama Pwahaci Larasati. Saat menjadi raja Salakanagara, Dewawarman I ini dinobatkan dengan nama Prabhu Dharmalokapala Dewawarman Haji Raksagapurasagara. Rajatapura adalah ibukota Salakanagara yang hingga tahun 362 menjadi pusat pemerintahan Raja-Raja Dewawarman (dari Dewawarman I - VIII).

Kalau Salakanagara telah tercatat dalam catatan Ptolomeus tahun 150, bisa diartikan bahwa Salakanagara adalah kerajaan pertama di Nusantara yang bisa dibuktikan melalui peninggalannya. Sayang keberadaannya memang masih diperdebatkan, karena peninggalannya tak ada yang dalam bentuk prasasti. Kebanyakan peninggalannya

Rujukan




Menhir Cihunjuran, Dolmen, Batu Magnit; Batu Dakon, Pemandian Prabu Angling Dharma.


berupa situs pertanian atau religius. Bagaimanapun, keberadaan kerajaan ini patut dijadikan catatan dalam perjalanan sejarah Indonesia, apalagi jika kita ingin menjawab pertanyaan mengenai kerajaan tertua di Indonesia.

Source From : saptawan.multiply.com





NARS Vintage Nail Polish Collection



happy friday (and october), beauties! look what just became available today-- the NARS Vintage Nail Polish Collection! five delicious shades, resurrected by popular demand, all with NARS' signature longwearing formula.

these polishes have a high gloss luster, are water and detergent resistant, and will only be around for a brief time. don't miss your chance to own these past best-sellers (if you don't already), all with classic cinema as their common theme (original launch for each shade in the parenthesis)...

Mash ('96), is an army green infused with gold. don't remember the movie? it was the comedy about the staff of a korean war field hospital using humor to keep their sanity in the face of war. the film inspired the hit tv series M*A*S*H.

King Kong, also from '96, is a copper brown infused with gold. who hasn't seen the classic about the infamous giant ape who becomes smitten with beauty?

Midnight Express ('96) is a deep navy. the 1970s film was about an inmate's opportunity to escape from prison.

Zulu ('96) is a gorgeous forest green. the 1964 british war movie starred Stanley Baker and Michael Caine.

Full Metal Jacket ('98-- a great year, if i do say so myself) is a gunmetal grey. the epic vietnam war movie was directed by Stanley Kubrick in 1987.


since fall is the seasonal height of the fashion year, these Vintage Nail Polishes are a must-have (and you know your nails would love a new shade to wear). as i told you earlier, these are available to purchase now. just visit narscosmetics.com.

happy shopping!

xo
info and image courtesy of NARS

World Body Painting Festival in Daegu, South Korea

World Body Painting Festival in Daegu, South KoreaWorld Body Painting Festival in Daegu, South Korea

World Body Painting Festival in Daegu, South KoreaWorld Body Painting Festival in Daegu, South Korea

World Body Painting Festival in Daegu, South KoreaWorld Body Painting Festival in Daegu, South Korea

World Body Painting Festival in Daegu, South KoreaWorld Body Painting Festival in Daegu, South Korea

World Body Painting Festival in Daegu, South KoreaWorld Body Painting Festival in Daegu, South Korea

Getting closer to the final show now - note that elaborate hairpieces, eyelashes, and nails are apparently as large a part of the show as the paint itself.

Knowing that the show would be starting soon, we tried making our way up to the amphitheater. No seats, however, so plan B was to walk back up to the tent area. A number of photographers had been sitting by some solid-color walls, leading us to believe the models would be posing there. We were right, and set up camp by the black one.